Cerita WNI Berhaji Tahun Ini: Terima Berbagai Hadiah, Termasuk Kiswah Kabah

m wahyu (Foto : )

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Arab Saudi menceritakan pengalaman mereka terpilih berhaji tahun ini. Keduanya mengaku terima berbagai hadiah, termasuk kiswah Kabah.Pelaksanaan ibadah haji 2020 hampir sepekan berlalu. Namun hingga kini sebanyak seribu orang yang terpilih mengikuti ibadah haji masih menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.Dari seribu jamaah, ada 16 WNI yang terpilih, terdiri dari lima perempuan dan 11 laki-laki. Salah satunya bernama Ata Faridah yang sudah 1,5 tahun tinggal di Al Khobar, sekira 2 jam penerbangan pesawat dari Jeddah. Faridah mengaku baru tahu terpilih setelah petugas meneleponnya dan menanyakan apakah ia mau beribadah haji. Ia sendiri mengaku lupa telah didaftarkan suaminya secara online agar dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini.“Di luar dugaan saya diterima. Masya Allah. Saya merasa, kok saya? Saya merasa tidak pantas. (Ini) golden ticket buat saya” kata Faridah.
Ia pun kembali menelepon petugas haji untuk menanyakan biayanya. Faridah yang  sudah bersiap mendengar biaya ribuan riyal, ternyata malah mendengar semua biaya gratis kata petugas.“Ini hoaks ya? Ini penipuan? (Petugas haji bilang) Tidak Faridah, ini benar. Ini gratis. Jika Anda tidak percaya, saya akan membuat grup. Akan ada teman Indonesia juga dalam grup itu,” kata Faridah yang menirukan omongan petugas haji.

Disambut Bagai Raja

Sesampainya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Faridah mengaku mendapat sambutan yang luar biasa dari petugas.“Sambutan mereka luar biasa. Kayak kita tuh benar-benar tamu agung. Ahlan ya hajj. Ahlan ya hajj,” cerita Faridah.Seorang jamaah asal Indonesia lainnya bernama Muhammad Wahyu, juga menceritakan pengalamannya yang disambut bagai raja saat tiba di Jeddah.“Kemudian kita diiringi oleh puluhan mobil polisi, sampai di hotel yang sudah ditunjuk untuk karantina selama empat hari. Fasilitasnya begitu luar biasa. Orang bertahun-tahun antre, orang bertahun-tahun mengumpulkan uang, sedangkan ini, kita diberikan secara gratis, kita dilayani bagaikan raja.” kata Wahyu.

Kain Kiswah

Tak hanya penginapan gratis dan penyambutan bak raja yang didapat, para jamaah juga memperoleh berbagai hadiah, termasuk kain kiswah.
“Koper dikasih, sajadah dikasih, buhur - pengharum ruangan yang dibakar oleh orang Arab – ada bacaannya. Slogan untuk haji tahun ini adalah aman wa sehah, aman dan sehat," kata Faridah.“Masya Allah, semua jemaah dikasih kain kiswah (kain penutup Kabah),” ujar Wahyu yang berprofesi sebagai guru di Riyadh.[caption id="attachment_358084" align="alignnone" width="250"] Setiap jamaah mendapat hadiah kain kiswah (Foto: M Wahyu)[/caption]Bahkan batu kerikil yang dibutuhkan untuk melempar jumrah, tidak perlu dicari sendiri oleh jamaah. Semua disiapkan petugas dan sudah disemprot cairan disinfektan.Untuk minum air zamzam, jemaah tidak perlu jauh-jauh. Ada petugas yang berkeliling dengan membawa botol-botol air zamzam yang dipanggul dalam kemasan pendingin.Faridah dan Wahyu juga merasakan perhatian yang sangat detail dari petugas, terutama dalam menjaga kesehatan dan mencegah penularan virus corona.Sebelum dan sesudah berhaji, jemaah diminta karantina mandiri. Mereka dua kali dites Covid-19 dan pemeriksaan kesehatan lengkap.

Lebih Khusyuk

Menanggapi gelang monitor yang dikenakan untuk memantau pergerakan jamaah, Faridah mengaku merasa aman. Sedangkan Wahyu mengaku, gelang ini untuk menjaga protokol kesehatan.Semua jemaah juga harus selalu menjaga jarak fisik selama rangkaian ibadah haji. Ini juga diterapkan dalam bus, yang diisi hanya setengah kapasitas.Faridah dan Wahyu memaklumi semua langkah pengamanan itu dan tidak menganggapnya sebagai pembatasan.Bagi Wahyu,  kondisi ini membuatnya jauh lebih khusyuk beribadah dan tidak berdesak-desakan atau antre panjang.Sementara Faridah malah berharap bisa menunaikan haji lagi dalam suasana seperti yang baru saja ia alami,  terkoordinasi baik, serba teratur, dan tenang sehingga ia bisa berkonsentrasi penuh untuk beribadah.VOA Indonesia