Malam Satu Suro Ratusan Pendaki Gelar Ritual di Puncak Gunung Lawu

PENDAKI GELAR RITUAL (Foto : )

Malam satu Suro ratusan pendaki gelar berbagai macam bentuk ritual ngalap berkah dan ziarah makam Sunan Lawu di puncak gunung Lawu. newsplus.antvklik.com- Ratusan pendaki dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah hingga luar pulau Jawa sejak sabtu (31/8/2019), tengah melakukan pendakian ke puncak gunung Lawu di Magetan, Jawa Timur.Selain menyalurkan hobinya, rata-rata banyak para pendaki gunung naik ke puncak Lawu untuk melakukan berbagai ritual di malam satu Suro.Terhitung sejak sore tadi, sebanyak 700 lebih pendaki dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta hingga luar Jawa mulai memadati pintu masuk pendakian Cemoro Sewu di Kelurahan Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.Secara berkelompok, mereka mulai melakukan pendakian pada Sabtu petang melalui pintu masuk puncak gunung Lawu yang berlokasi di sisi provinsi Jawa Timur.Tahun lalu, tercatat kurang lebih 2.500 pendaki yang melakukan pendakian ke puncak gunung Lawu, jelang malam satu Muharram, atau satu Suro. Untuk malam satu suro kali ini diprediksi meningkat dari tahun sebelumnya.Sebagian para pendaki gunung mendaki untuk menyalurkan hobinya menjelajahi alam, karena jalur pendakian ramai saat pergantian tahun baru Islam tersebut.Namun pada malam satu Suro kali ini, sebagian besar para pendaki adalah mereka yang ingin melakukan ritual dan ziarah makam Sunan Lawu, dan juga petilasan Raja Brawijaya V di puncak gunung Lawu.“Ya mas, saya mau lakukan ritual di atas, berdoa untuk keselamatan. Di sana kan ada petilasan Prabu Brawijaya, perjalanan tujuh jam sampai di puncak,” ujar Sri Masama, peritual asal Demak, Jateng.Mereka umumnya meneruskan tradisi orang Jawa yang berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,  pada malam pergantian tahun baru Islam di tempat para leluhur atau kepada mereka para pendiri kerajaan pada masa itu.“Kalo saya hanya meneruskan budaya leluhur di malam satu Suro, tirakatan dan ziarah di petilasan leluhur,” ungkap Ariswanto, pendaki ritual asal grobogan, Jateng.Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, menghimbau agar para pendaki tidak menyalakan api unggun, karena kondisi kemarau yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan.BPBD bersama pihak Perhutani, TNI-Polri dan potensi relawan lainnya, akan melakukan patroli sepanjang jalur pendakian.“Ya yang pasti untuk antisipasi dan himbauan kepada para pendaki untuk tidak membuat perapian. karena rawan kebakaran hutan,” tegas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Fery Yoga Saputra.Selain ada patroli di sepanjang jalur pendakian, BPBD juga mendirikan posko di pintu masuk Cemoro Sewu, untuk mempermudah koordinasi. Miftakhul Erfan | Magetan-Jawa Timur