Sembako dan BBM Terancam "Hilang" di Bangka Belitung

Sembako dan BBM Terancam Hilang di Bangka Belitung (Foto : )

Jutaan warga Provinsi Bangka Belitung terancam kehilangan sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM). newsplus.antvklik.com - Sudah hampir sepekan lamanya, kapal-kapal pengangkut ribuan sembako, BBM dan sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya tidak bisa masuk Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, karena alur pelayaran menuju pelabuhan, terhalang Jembatan Emas Barurusa II yang tidak berfungsi sistem buka tutup jembatan.Akibatnya, jutaan warga Provinsi Bangka Belitung terancam "kehilangan" sembako, BBM dan bahan-bahan pokok lainnya. Mereka hanya mengandalkan stok yang diperkirakan hanya akan bertahan tiga hari ke depan.Pelabuhan Pangkalbalam adalah satu-satunya pelabuhan terbesar di Bangka Belitung, sebagai lalu lintas masuk kapal-kapal pengangkut berbagai jenis kebutuhan pokok, dan dari pelabuhan, barang-barang baru disalurkan ke seluruh pelosok Pulau Bangka.Upaya perbaikan sistem hidrolik buka tutup Jembatan Emas Barurusa II, sudah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung, namun hingga saat ini belum rampung, karena terkendala suku cadang dan masalah teknis lainnya. “Sistem hidrolik rusak mulai hari Minggu (3/2/2019). Terus kita perbaiki tiga hari, kemudian agak sedikit bermasalah karena kita cari beberapa spare part di hari Minggu, toko tutup. Hari Seninnya terus Selasa enggak bisa karena libur Imlek. Kemudian kita kerjakan, Jumat (8/2/2019) malam selesai perbaikan hidroliknya. Target kami Sabtu (9/2/2019) siang terangkat, tetapi ternyata platnya geser jadi enggak bisa lagi kami teruskan. Ini sekarang lagi diperbaiki,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bangka Belitung Noviar.Ketua DPRD Bangka Belitung Hendra Apolo mengingatkan  agar Dinas Pekerjaan Umum segera menuntaskan perbaikan, mengingat jalur pelayaran merupakan pintu masuk utama pasokan sembako dan BBM ke Pangkalpinang, dikhawatirkan dapat melumpuhkan perekonomian ibu kota Provinsi Bangka Belitung dan berdampak ke daerah-daerah sekitarnya.  Jembatan Emas Barurusa II sendiri