Lakoni Minke di Film Bumi Manusia, Fisik Iqbaal Ramadhan Mesti Berubah Drastis

Lakoni Minke di Film Bumi Manusia, Fisik Iqbaal Ramadhan Segera Berubah Drastis (Foto : )

Jadi makanya itu kenapa salah satu alasan buku ini dan Pramudya Ananta Toer menjadi buku dan penulis yang verified untuk di kurikulum internasional, buku ini sudah mendapat pengakuan untuk bisa diujikan karena soal saya memang tentang buku ini. Kurikulum internasional dari IBI memang adanya buku Bumi Manusia karya Pramudya Ananta Toer,” lanjutnya.

Ia yang baru lulus studi di United World College, New Mexico, Amerika Serikat tersebut berharap dengan buku ini difilmkan mendapat apresiasi masyarakat di berbagai negara. “Semoga bisa lebih diapresiasi nggak cuma di Indonesia, nggak cuma untuk kasih justice buat semua penikmat sastra dan juga penikmat film di Indonesia tapi juga mendunia karena bukunya sudah ada di 32 bahasa nih. Kebayang nggak sih fimnya bakal ada subtitle untuk 32 bahasa seperti yang sudah diterjemahkan untuk bukunya itu.

Buat saya bakal menjadi suatu yang epic juga sih,” harap si remaja berusia 18 tahun ini. “Saya harus baca lagi novel Bumi Manusia dan script-nya, harus bolak balik biar hapal terus apa yah mungkin lebih ke mannernya seorang pribumi yang melihat orang eropa. Mungkin dari manner berjalannya, dari cara menatap dan segala macam, menurut saya itu penting banget dari gestur segala macam karena jangan sampai sekedar mengucapkan dialog. 

Bahkan saya ingin fokus di bahasa belanda juga sih, maksudnya supaya benar-benar full. Gue berusaha begitu dikasih kepercayaan untuk menjadi karakter ini, gimana caranya harus bisa masuk ‘rohnya’ gitu,” papar alumni siswa United World College, setara SMU, yang muridnya dari berbagai penjuru dunia. “Jadi kalau kemarin untuk riset siapa itu sebenarnya Pramudya Ananta Toer dan seberapa besar kontribusi dia kepada dunia sastra Indonesia, memang belum sejauh itu, karena kemarin yang benar-benar diujiankan cuman bukunya saja.

Jadi kemarin gue benar-benar fokus ke situ. Cuman secara yang gue dengar dari segala macam (sumber) dia nulis bukunya di penjara segala macam dilisankan jadi maksudnya buku ini jadi buku yang nggak cuman memang bagus tetapi cara pembuatannya spesial dan penuh makna.

Dia lisankan terus ada orang yang menulis, terus sebelum diterbitkan dia nulis lagi, dia cek lagi. Buku ini nggak main-main untuk difilmkan karena tanggung jawabnya besar,” pungkas Iqbaal Ramadhan. Laporan Bogi Rianto dan Handi Febrian dari Sleman, Yogyakarta   Baca juga: Novel Bumi Manusia Karya Pramudya Ananta Toer Diangkat ke Layar Bioskop