youtube channel

Channels

Ratu Gaib Penguasa Laut Utara: Dewi Lanjar Berstana di Pekalongan

Ratu Gaib Penguasa Laut Utara: Dewi Lanjar Berstana di Pekalongan

Lukisan Dewi Lanjar karya Pak Canting. Foto: Istimewa

Dewi Lanjar adalah Ratu Laut Utara Pulau Jawa, khususnya di utara Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Lanjar adalah sebutan bagi wanita yang bercerai dengan suaminya dalam usia yang masih muda dan belum mempunyai anak. Bagaimana kisahnya?

antvklik.com - Masyarakat Pekalongan masih memiliki kepercayaan kental terhadap sosok Dewi Lanjar. Misalnya jika ada anak hilang saat bermain di pantai, masyarakat percaya bahwa anak tersebut dibawa oleh Dewi Lanjar.

Begini mula jadi kisahnya,

Alkisah pada masa lampau hiduplah seorang putri cantik bernama Dewi Rara Kuning di Pekalongan. Ia telah menjadi janda di usia yang sangat muda karena suaminya meninggal beberapa waktu setelah pernikahan mereka.

Itulah sebabnya Dewi Rara Kuning kemudian terkenal dengan sebutan Dewi Lanjar. Lanjar adalah sebutan bagi wanita yang bercerai dengan suaminya dalam usia yang masih muda dan belum mempunyai anak.

Duka terus mendera hati dan pikirannya. Karena hal ini, Dewi Lanjar memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya. Membunuh duka dan memulai kehidupan baru.

Pengembaraannya sampai di Sungai Opak. Di sini bertemulah ia dengan Raja Mataram Panembahan Senopati yang dikawal Tumenggung Singaranu yang sedang bertapa di atas batu, tengah sungai Opak.

Danang Sutawijaya adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601, bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. Tokoh ini dianggap sebagai peletak dasar-dasar Kesultanan Mataram.

Sang Dewi menceritakan siapa dirinya, kesedihannya dan isi hatinya hingga berkata tidak akan menikah lagi.

Panembahan Senopati dan Tumenggung Singoranu merasa kasihan kemudian menasehatinya agar bertapa di Pantai Selatan untuk bisa menghadap Ratu Kidul.

Mereka kemudian berpisah, Panembahan Senopati beserta Mahapatihnya melanjutkan bertapa di sungai Opak sedangkan Dewi Lanjar menuju Pantai Selatan.

Ia bertapa dengan tekun kemudian moksa dan akhirnya bertemu dengan Ratu Kidul. Dalam pertemuan itu, disampaikanlah permohonan ijin untuk mengikuti Kanjeng Ratu Kidul.

Suatu hari, Dewi Lanjar bersama pasukan jin diperintahkan untuk mencegah Raden Bahurekso (Pendiri Kota Pekalongan) membuka Alas Gambiren. Hutan ini berada di sekitar Jembatan Anim Pekalongan dan Desa Sorogenen (lokasi saat Raden Bahurekso membuat api).

Raden Bahurekso bergeming. Cegahan Dewi Lanjar dan pasukan jinnya tidak berhasil. Karena tidak berhasil menunaikan tugas, Dewi Lanjar memutuskan untuk tidak kembali ke Pantai Selatan, tetapi memohon izin kepada Raden Bahurekso untuk dapat bertempat tinggal di Pekalongan.

Permintaannya disetujui oleh Raden Bahurekso maupun oleh Kanjeng Ratu Kidul. Dewi Lanjar diperkenankan tinggal di pantai utara Jawa Tengah dan berstana di Pekalongan.

Konon letak keraton ini terletak di pantai Pekalongan sebelah sungai Slamaran.

Menurut cerita orang-orang yang mengaku memiliki kemampuan gaib, ada kerajaan gaib wilayah pantai utara, terletak di Pantai Slamaran ini.

Kerajaan ini terlihat sangat mewah dan megah. Temboknya tebal dan tinggi serta banyak dihiasi kain pernik dan permadani.

Berani mencoba menerawang? Silakan pejamkan mata Anda. (*)


icon featured

Artikel Terkait

icon featured

Terpopuler

icon featured

Komentar