youtube channel

Channels

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso

Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Curug Panglebur Gongso. Air terjun suci untuk melebur segala dosa. Begitulah masyarakat menyebut dan mengartikannya. Konon, tempat ini dulunya jadi pertapaan Kumbokarno, tokoh pewayangan dalam epik Ramayana. Melebur segala dosa untuk menuju kesucian dan kesaktian. Inilah mengapa, Curug Panglebur Gongso sering didatangi orang untuk "ngelmu".

Indah, katanya. Saya pun penasaran untuk mengunjunginya. Apalagi mentari bersinar cerah. Kala yang tepat untuk memacu kuda besi menuju wilayah Kendal, Jawa Tengah.

Ini cerita saya,

Jalan aspal yang saya telusuri sekarang terlihat lebih bagus dibanding beberapa tahun lalu saat saya pertama ke sini. Kala itu harus gesit bermanuver. Kalau tidak, bisa boros shockbreaker karena bolak-balik kejebak lubang.

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Sekarang jalan relatif mulus. Kalau ada lubang juga masih wajar mengingat ini adalah jalur alternatif yang menghubungkan Boja di Kabupaten Kendal dengan Bandungan di Kabupaten Semarang.

Sesekali ada rombongan bebek melintas yang memaksa kendaraan stop sebentar. Tukang angon tampak tergopoh-gopoh sambil mengacungkan tongkat agar bebek berada di jalurnya menuju sawah.

Kendaraan kupacu lagi menelusuri rute di sisi barat Gunung Ungaran. Jalur ini belumlah sepopuler sisi lainnya yang lebih dulu dikenal wisatawan.

Di timur gunung misalnya ada kawasan wisata Sidomukti atau Bandungan, Kabupaten Semarang yang sesak oleh villa. Kemudian sisi selatan ada Candi Gedong Songo peninggalan kerajaan Hindu abad ke 8. Bagian utara yang masuk wilayah Kendal ada sumber air panas Gonoharjo.

Sementara jalur barat ini masih belum terekploitasi maksimal. Padahal potensi wisatanya menurut saya luar biasa. Sambil berkendara begini saja saya sudah melewati beberapa spot yang aduhai.

Saat melintas di Desa Sumberrahayu misalnya, ada hamparan sawah terasering yang mirip dengan di Ubud Bali. Pas sekali karena saya di sini pagi, maka ada kabut tipis yang melayang di sela-sela dua terasiring.

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Wah, kalau di tempat lain mungkin sudah dibuat spot-spot foto yang menjengkelkan pandangan itu

Di sini benar-benar alami. Kalau mau selfie yang tinggal menepi saja. Gak perlu pakai property dijamin sudah keren hasilnya.

Melaju ke selatan saya akhirnya sampai di Desa Gondang, tujuan utama saya ke sini. Desa ini masuk wilayah Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Ada satu tempat yang bikin saya penasaran. Namanya Curug Panglebur Gongso. Dari namanya sudah pasti ini adalah air terjun. Orang Jawa menyebut air terjun dengan curug.

Namun tak sekedar keindahan air terjun yang menjadi daya pikatnya. Tapi latar belakang cerita lokasi ini juga membuat penasaran. Konon, tempat ini dulunya jadi pertapaan Kumbokarno, tokoh pewayangan dalam epik Ramayana. Karena cerita inilah, kata warga Desa Gondang, dulu Curug Panglebur Gongso sering didatangi orang untuk "ngelmu".

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

"Ya ada satu dua orang yang kadang datang, biasanya sore, kan di balik air terjun itu ada goa kecil, mungkin semedi di sana," tutur Turkamun, penjaga pintu masuk Curug Panglebur Gongso.

Goa kecil dibalik air terjun diberi nama goa sakti. Konon Kumbokarno bertapa di sini untuk melebur dosa.

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

"Itulah makanya tempat ini disebut Curug Panglebur Gongso yang artinya bertapa untuk melebur dosa," terang Turkamun.

Masih ada goa satu lagi di tempat ini Namanya goa pohon. Konon goa yang banyak dililit akar ini adalah ceceran nasi yang dimuntahkan Kumbokarno saat marah terhadap Rahwana.

Namun lepas dari mitos dalam kisah tersebut, yang jelas air terjun ini dari sisi wisata sangat menarik. Masih alami. Lokasinya juga tidak jauh amat dari jalan. Trekking dari parkiran cuma butuh waktu sepuluh menit. Jalurnya melewati area persawahan dan hutan rakyat. Jalan setapak yang dilalui agak menurun karena posisi air terjun ada di bawah.

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Kelebihan air terjun ini karena bisa dilihat dari berbagai sisi. Dari atas wisatawan bisa melihat aliran sungai yang membentuk air terjun. Kemudian dari depan melihat tumpahannya yang melebar. Dari samping air terjun deras menerjang kolam. Serta dari balik air terjun pun bisa karena ada ceruk batu membentuk goa.

Melihat Pertapaan Kumbokarno di Curug Panglebur Gongso Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Desa Gondang sendiri alamnya sudah membentuk keindahan alami. Tinggal serius memolesnya maka desa di sisi barat Gunung Ungaran ini bisa sejajar dengan kawasan wisata lereng Gunung Ungaran lainnya yang sudah lebih duluan jadi.

Teguh Joko Sutrisno | Kendal, Jawa Tengah


icon featured

Artikel Terkait

icon featured

Terpopuler

icon featured

Komentar