youtube channel

Channels

Gara-gara Lockdown, Pemain Bola Ini Terjebak di Bandara India Selama 74 Hari

Gara-gara Lockdown, Pemain Bola Ini Terjebak di Bandara India Selama 74 Hari

Pemain bola asal Ghana Randy Juan Muller yang sempat terjebak di Bandara Mumbai India selama 74 hari (Foto: dok Randy Juan Muller)

Seorang pemain bola asal Ghana terjebak di Bandara Mumbai, India selama 74 hari. Lockdown atau penutupan wilayah akibat Covid-19 telah membuat akses transportasi ditutup.

Gara-gara lockdown, Randy Muller, pemain bola asal Ghana terjebak di Bandara Mumbai, India selama 74 hari

Kejadian berawal saat pemuda berusia 23 tahun ini, terbang ke India pada 7 November 2019. Ia mengikat kontrak bermain selama 6 bulan dengan ORPC Sports Club di Kerala, India Selatan.

Namun begitu pandemi corona merebak, Muller berencana pulangke Ghana pada 30 Maret 2020. Sepekan sebelum jadwal penerbangan pesawatnya, ia naik kereta dari Kerala menuju Mumbai.

"Saya mendengar kemungkinan lockdown di India, jadi saya datang ke Mumbai, tinggal di tempat penginapan agar saya tidak ketinggalan pesawat," kata Muller.

Namun saat tiba di Mumbai pada 21 Maret, uang di sakunya sudah menipis. Tentu saja dengan uang yang terbatas, ia kesulitan mencari tempat penginapan.

"Saya tidak mengenal siapa pun (di Mumbai), jadi saya lihat sejumlah polisi dan menceritakan masalah saya. Mereka menyuruh saya untuk pergi ke Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj, Mumbai.

Tiga hari kemudian, Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan status lockdown nasional.

Dengan status lockdown, Muller pun benar-benar terjebak di bandara karena seluruh penerbangan internasional dibatalkan.

Muller akhirnya memutuskan tidur di ruang tunggu keberangkatan bandara, dengan harapan ada pelonggaran lockdown dalam waktu dekat.

Banyak Dibantu

Ternyata harapan tinggal harapan. Bahkan lockdown di India sempat diperpanjang oleh pemerintah setempat. Beruntung, banyak yang membantu Muller selama tinggal di bandara.

"Orang-orang di bandara sangat membantu. Mereka memberikan saya makanan dan banyak membantu saya," kata Muller.

Bahkan seorang satpam bandara memberikannya sebuah ponsel setelah ponsel miliknya rusak.

Muller kemudian menghubungi Konsulat Jenderal Ghana di Mumbai. Namun pihak konsulat mengaku tidak dapat membantunya banyak selama lockdown.

"Saya tidak pernah khawatir karena saya tahu, suatu hari saya akan kembali pulang. Saya mencoba kuat dan semangat," katanya.

Pada awal Juni, Muller baru mendapat kabar baik setelah ia menceritakan nasibnya terlunta-lunta di bandara negara lain lewat akun Twitter.

Ceritanya langsung jadi viral setelah seorang wartawan lokal membagikan cuitan Muller kepada warganet, termasuk kepada Menteri Pariwisata dan Lingkungan Mumbai yang juga Presiden Asosiasi Sepakbola Distrik Mumbai, Aaditya Tachkeray.

Hanya dalam hitungan jam saja pasca ceritanya dibagikan wartawan lokal itu, Muller dibawa dari bandara ke sebuah hotel hingga ia dapat terbang kembali pulang ke negaranya.

Saat ini kontraknya dengan klub di Kerala itu sudah berakhir. Namun Muller mengaku tidak kapok kembali ke India.

"Saya meninggalkan rumah untuk mencari nafkah. Jika saya mendapat kontrak baru lagi, saya akan senang kembali (ke India)," kata Muller.

CNN


icon featured

Artikel Terkait

icon featured

Terpopuler

icon featured

Komentar