Hadirkan Budaya Betawi Dalam Misa Malam Natal

IMG_25Des2019065055
IMG_25Des2019065055 (Foto : )
Jamaah Khatolik  Gereja Santa Servatius, menggunakan Pakaian khas Betawi dalam Misa malam Natal. Sebagai bentuk toleransi dan pelestarian budaya bangsa. Ribuan umat Katholik memadati Gereja Santa Servatius, di Kampung Sawah, Pondok Melati, Kota Bekasi, saat melakukan ibadah natal malam (24/12). Perayaan Natal ini tak berbeda jauh dengan natal tahun tahun sebelumnya.
Para jamaah hadir dengan menggunakan pakaian khas Betawi. Laki-laki memakai baju koko dan peci. Sedangkan jamaah perempuan memilih kebaya.Baju Betawi dipilih menunjukan tingginya nilai toleransi di Kampung Sawah. Meski berbeda keyakinan namun memiliki kesamaaan beberapa unsur, diantaranya, kesamaan Budaya Betawi serta hubungan kekeluargaan diantara warga. Kondisi ini sudah berlangsung ratusan tahun.“Sudah dari dulu kita selalu menggunakan baju Betawi untuk ibadah Natal. Sebagai penghargaan kita terhadap budaya leluhur,” kata Pendeta Gereja Santa Servatius, Romo Ferdinandus Tuhu Jatisetia Adi
Matheus Nalih Ungin, tokoh Betawi mendukung kebiasaan warga Kristiani yang selalu menggunakan baju Betawi dalam ibadah Natal. “Dari dulu sudah begini. Ibadah sambil ikut melestarikan budaya Betawi. Apalagi kita hidup diera modernisasi, ketika nilai budaya makin terkikis,” Ujar Matheus.Romo Ferdinandus Tuhu Jatisetia Adi juga berharap natal kali ini bisa membawa berkah bagi semua umat manusia, terutama warga Kampung Sawah.“Kita di sini bedoa untuk kebaikan umat manusia di seluruh penjuru dunia. Terutama warga Kampung Sawah, agar diberkahai dan selalu rukun.” Kata Romo.Tokoh muslim masyarakat Kampung Sawah, Rahmadin Afif, menuturkan kerukunan umat di Kampung Sawah ini tercipta karena kesamaan budaya yang dimiliki warga, serta ikatan keluarga diantara warga di kampung sawah cukup kental.“Di sini banyak juga yang keluarga meski bukan dari keyakinana yang sama. Kita berbaur dalam berbagai macam kegiatan. Kegiatan sosial cukup tinggi meski beda keyakinan.” Kata Rahmadian.Lebih jauh, Afif menjelaskan, meski banyak pendatang yang bermukim di kampung sawah ini, mereka harus menjaga toleran antar warga sekitar, agar kerukunan di Kampung Sawah tetap terjaga. Makhsanuddin Kurniawan/  Bekasi, Jawa Barat