Durian Jatohan H. Arif, Surganya Pecinta Durian Dalam Negeri dan Mancanegara

Toko Durian H. Arif
Toko Durian H. Arif (Foto : )
. Enaknya sih, kalau berduaan sama pasangan atau keluarga.Tinggal pilih saung yang di lantai bawah atau atas, mana yang terasa nyaman buat menikmati menu pesanan.“Biasanya saya bersama suami ke sini, tapi hari ini saya bawa anak mantu dan cucu,” kata Rohana salah satu pengunjung setia Durian Jatohan H. Arif.“Sejak Almarhum H. Arifnya masih ada sampai sudah meninggal saya selalu beli di sini. Saya dan suami sudah coba semua tempat kuliner durian, tapi balik lagi ke sini,” tambah warga Serang itu, kepada a ntvklik.com
.Awalnya saya berpikir makan durian jatohan itu, saya akan duduk di bawah pohon durian sambil menunggu durian jatuh, akan tetapi ternyata... itu hanya sebutan saja, karena durian yang kita makan adalah durian yang sudah siap saji.Semua durian sudah dibelah dan dikupas. Kisaran harga durian juga bervariasi, mulai dari Rp50.000 hingga Rp125.000. [caption id="attachment_235343" align="alignnone" width="900"]
Makan Duren (Foto: ANTV/Krisminarti)[/caption]Menurut Atmawijaya yang juga cucu ke tujuh H. Arif, pengelola saat ini, durian-durian diambil dari seluruh Nusantara.Namun, jika musim durian mulai Desember, Januari dan Februari, pengunjung bisa membeli dan memilih langsung dari kebun yang terletak di belakang restoran.“Kalau beruntung bisa dapat durian jatuh dari pohon,” kata Atmawijaya.Bicara soal pengunjung, jangan ditanya. Setiap harinya, menurut Atmawijaya, ratusan pembeli berdatangan bukan hanya dảri Serang dan sekitarnya, tetapi juga berbagai negara, seperti Malaysia, Thailand, dan Jerman.“Kalau weekend , bisa ribuan pengunjung. Kami yang mempekerjakan 9 karyawan kewalahan. Biasanya kami minta bantuan santri pesantren sekitar untuk membantu,” kata Atmawijaya.Hasil usaha turun-temurun ini bisa beromzet sekitar sepuluh hingga dua puluh juta rupiah setiap hari.Adalah Misnati (80), pểrempuan di balik kesuksesan restoran yang sudah terkenal sampai mancanegara, dan a