Arema FC Renegosiasi Kontrak Pemain Ikuti Aturan PSSI Dan FIFA

Arema FC Renegosiasi Kontrak Ikuti Aturan PSSI dan FIFA
Arema FC Renegosiasi Kontrak Ikuti Aturan PSSI dan FIFA (Foto : )
Arema FC renegosiasi kontrak pemain ikuti aturan PSSI dan FIFA. Sesuai patokan dari PSSI, klub anggota Liga 1 bisa memotong gaji pemain sebesar 50% dari nilai kontrak lama.
Menjelang bergulirnya kembali kompetisi Liga 1 musim 2020 yang direncanakan akan kembali di gelar Oktober mendtang, klub anggota Liga 1 mulai rame rame melakukan renegosiasi kontrak dengan para pemain, pelatih, dan asisten pelatihnya.Hal ini dilakukan karena klub mendapatkan istruksi dari PSSI soal lanjutan kompetisi Liga 1 yang rencananya akan digelar tanpa penonton karena untuk menghindari kerumunan masa. Pertandingan akan digelar tanpa penonton di masa wabah pandemi virus Corona.Selain itu klub klub peserta Liga 1 dari luar pulau Jawa juga harus bermain di Pulai Jawa guna mengurangi intensitas pertemuan dengan massa penumpang pesawat terbang saat berada di bandara.Dengan konsentrasi pertandingan diselenggarakan di pulau Jawa, otomatis klub klub dari Sumatera, Kalimantan, Papua, Bali dan Madura kehilangan suporter setianya. Mereka tidak akan mendapat masukan dana seperti saat bertanding di kandnag masing masing.Untuk itulah PSSI meminta kepada semua manajemen klub peserta Liga Indonesia untuk melakukan negosiasi ulang kontrak peman dan pelatih sebelum melanjutkan kompetisi mulai Oktober mendatang. PSSI juga telah menetapkan klub untuk  membayar gaji pemain dan pelatih sebesar 50 persen dari nilai kontrak sebelumnya selama kompetisi dilanjutkan pada masa pandemi virus Covid-19.Salah satu klub anggota Liga 1 Arema FC juga melakukan renegosiasi kontrak kepada para pemain dan pelatih dengan mengikuti ketentuan dan peraturan dari PSSI dan FIFA. General Manager (GM) Arema FC, Ruddy Widodo menegaskan pihaknya berpatokan pada keputusan PSSI dan FIFA perihal renegosiasi kontrak pemain.“Manajemen berpatokan pada surat PSSI sebagai dasar kita melakukan negosiasi dengan pemain. Jika di bawah nilai itu ya Alhamdulillah dan hal itu sudah saya jelaskan ke pemain. Surat dari FIFA negosiasi dilakukan tiga kali jika tidak menemui kata sepakat maka boleh pending,” jelas Ruddy Widodo.Ruddy juga menjelaskan jika manajemen Arema FC memberi kebebasan kepada para pemainnya untuk setuju atau tidak dengan besaran nilai kontrak saat renegosiasi. Sesuai patokan dari PSSI, klub anggota Liga 1 bisa memotong gaji pemain sebesar 50% dari nilai kontrak lama.Rudy juga menambahkan jika pelatih Arema FC, Mario Gomez telah memberikan tenggat waktu kepada para pemain Arema FC agar segera kembali ke Malang untuk mengikuti agenda latihan bersama tim Singo Edan.“Kalau pemain tidak setuju, ya tidak masalah berarti mereka tidak ikut latihan. Sementara pelatih kemarin memberitahu saya kalau dia telah memberikan batas waktu. Kapan pemain harus kembali untuk mengikuti latihan dan kalau tidak datang, ya tidak masalah,” ungkap pria asal Madiun itu.Pemotongan gaji pemain sebesar 50% dari nilai kontrak lama dilakukan oleh PSSI karena setiap klub kini menghadapi masalah pemasukan dana, baik dari sponsor apalagi dari tiket penonton. Klub dipastikan tidak akan mendapatkan pemasukan dari penonton karena pertandingan lanjutan Liga 1 akan diselenggarakan tanpa penonton.Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan massa penonton, suporter dan pecinta sepakbola Liga Indonesia. Dengan pertandingan tanpa penonton sesuai protokol kesehatan, maka penularan dan penyebaran virus Corona bisa diminimalisir.