Ratusan Tawon Keroyok Dua Kakek, Seorang Dirawat di Rumah Sakit

TEROR RATUSAN TAWON
TEROR RATUSAN TAWON (Foto : )

Keroyokan, korbannya kakek-kakek. Begitulah perilaku ratusan tawon atau lebah yang mangkal di kebon kopi, pekarangan rumah Mbah Atmo Diryo. Posturnya besar, warnanya hitam dan kerap menyasar endas atau kepala orang. Itulah mengapa, orang Jawa menyebutnya Tawon Endas. Korban pertama Mbah Adi Ngadimin.

Dia tidak harus dirawat karena tidak separah Mbah Atmo Diryo. Saat itu, Mbah Ngadimin bertugas memetik kelapa. Ratusan tawon menyerangnya saat dia berada di atas pohon kelapa. Dia berhasil menyelamatkan diri meski dihujani ratusan sengatan yang membuat beberapa bagian tubuhnya melepuh. Mbah Ngadimin memang masih gesit namun Mbah Atmo Diryo sebaliknya.

Mbah Atmo yang usianya 90 tahun tak berkutik dikeroyok tawon-tawon muda. Alhasil, dia harus dirawat di rumah sakit Rizki Amalia, Lendah, Kulonprogo, Yogyakarta. Bengkak tubuhnya, panas dingin badannya dan mengalami syok. Ratusan tawon mengeroyok dua kakek warga dusun Jimatan, Jatirejo, Lendah, Kulonprogo, Yogyakarta. Mereka adalah Mbah Adi Ngadimin dan Mbah Atmo Diryo (90).

Keduanya jadi korban sengatan saat memanen kelapa di pekarangan rumah.[/caption] Ceritanya begini, ... Saat itu, Mbah Ngadimin dan Mbah Atmo memetik kelapa di halaman rumah. Saat mbah Ngadimin berada di atas pohon kelapa, Mbah Atmo yang memunguti kelapa yang jatuh. Apes, Mbah Atmo tidak mengetahui ada sarang lebah di pohon kopi dan menyenggolnya hingga rusak.

Maka marahlah lebah-lebah bernama latin xylocopa - latipes itu. Kedua kakek itu pun dihajar tanpa ampun. Mbah Atmo berusaha menyelamatkan diri masuk ke rumah namun sengatan tak kunjung henti. Mbah Atmo pun sempat kejang-kejang. Pihak keluarga yang panik langsung membawanya ke rumah sakit. Warga dusun Jimatan hingga saat ini masih resah.

Pasalnya, sarang tawon di pohon kopi ini tak terlihat karena tersamar rindangnya pohon.  Apalagi,  sarang ini berada di posisi dahan yang rendah, juga para tawon makin rajin berpatroli di sekitaran kebun kopi. Warga berharap ada petugas yang segera dapat mengusir tawon ini agar tidak kembali menyerang mereka. Laporan Ari Wibowo dari Kulonprogo, Yogyakarta.