T.Kardin Dari Hobi Di Wanadri Jadi Pisau Berkelas Dunia

T.Kardin Dari Hobi Di Wanadri Jadi Pisau Berkelas Dunia

Awalnya  Kardin membuat pisau untuk menunjang hobinya menjelajah alam, yang dilakoninya sejak aktif di organisasi pecinta sejak di Wanadri. Untuk bisa bertahan hidup di alam rimba dibutuhkan alat yang tepat dan dapat diandalkan seperti pisau.  Berawal dari hobi, pisau T.Kardin, pisau asli buatan Indonesia yang banyak dipakai oleh kesatuan militer negara kita bahkan juga dipakai oleh pasukan militer Inggris dan Amerika.

Yang pertama kali dibuat adalah gambarnya, Pisaunya seperti apa bentuknya dan ukuran pisaunya siapkan bahan baku yang sesuai kemudian gambar yang dibuat di karton di gunting setelah itu ditempel di bahan baja yang ingin dibuat tadi. Setelah itu digambar pakai spidol. Kalau pisau yang dibuat jumlahnya banyak biasanya menggunakan plasma atau laser, kalau jumlahnya sedikit hanya menggunakan bor.

Batas-batas gambar yang dibuat tadi akan kehilangan 3mm setelah itu dibawa ke tempat grinder kemudian di perhalus menjadi bentuk pisau. Setelah di grinder, berbentuklah pisau dengan tulangnya kemudian diperhalus setelah pisau halus dihardering kemudian dipanaskan di temperature 1000 derajat, setelah itu dicelup di larutan pendingin bisa juga digantung di udara saja.

Kemudian dikasih logo diukir kemudian diberi gagang, setelah itu diperhalus lagi lalu dikirim ke quality control untuk diperiksa dikasih sarung kemudian dites lagi dan siap dipasarkan. Steel yang wajib dipakai disini adalah 440c dan ats34, pisau yang dibuat disini memakai standar AISI (American Iron Standart Institute).

Dalam satu bulan pisau T. Kardin bisa memproduksi 200 buah pisau dengan berbagai macam jenis. Pisau T.Kardin dijual dengan harga mulai dari 250 ribu hingga 5 juta rupiah.”

“Pisau yang dibuat oleh kardin macam-macam, ada jenis skinner, berburu, militer, tactical, ada juga pisau-pisau tradisional, dan pisau dapur juga dibuat. Total sih klo di catalog sendiri kardin sudah memproduksi hampir 150 sampai 170 jenis pisau.” Ujar Rangga CEO T.Kardin.

Awalnya Teddy Kardin adalah pengguna pisau dan ia tidak ada niatan membuat pisau. Pisau buatan Kardin tak hanya banyak diburu oleh kolektor pisau dalam negeri tapi juga diminati oleh pasukan militer luar negeri seperti Amerika Serikat.

“Kita bikin dengan kesungguhan hati sih ya, Jadi pisau itu ada 3 kriteria yang harus selalu saya pegang. Harus cantik, indah agar orang bangga memilikinya. Kedua harus kuat, supaya tidak mudah rusak. Dan ketiga fungsional sesuai dengan fungsinya. Golok buat bacok, pisau dapur buat di dapur, pisau nyayat buat nyayat. Jadi fungsional sesuai dengan fungsinya.” Ujar Teddy Kardin pemilik Pisau T.Kardin.

Laporan Emzy Artadinata dari Bandung

RECOMMENDED POST


Leave your comment

T.Kardin Dari Hobi Di Wanadri Jadi Pisau Berkelas Dunia

T.Kardin Dari Hobi Di Wanadri Jadi Pisau Berkelas Dunia

Awalnya  Kardin membuat pisau untuk menunjang hobinya menjelajah alam, yang dilakoninya sejak aktif di organisasi pecinta sejak di Wanadri. Untuk bisa bertahan hidup di alam rimba dibutuhkan alat yang tepat dan dapat diandalkan seperti pisau.  Berawal dari hobi, pisau T.Kardin, pisau asli buatan Indonesia yang banyak dipakai oleh kesatuan militer negara kita bahkan juga dipakai oleh pasukan militer Inggris dan Amerika.

Yang pertama kali dibuat adalah gambarnya, Pisaunya seperti apa bentuknya dan ukuran pisaunya siapkan bahan baku yang sesuai kemudian gambar yang dibuat di karton di gunting setelah itu ditempel di bahan baja yang ingin dibuat tadi. Setelah itu digambar pakai spidol. Kalau pisau yang dibuat jumlahnya banyak biasanya menggunakan plasma atau laser, kalau jumlahnya sedikit hanya menggunakan bor.

Batas-batas gambar yang dibuat tadi akan kehilangan 3mm setelah itu dibawa ke tempat grinder kemudian di perhalus menjadi bentuk pisau. Setelah di grinder, berbentuklah pisau dengan tulangnya kemudian diperhalus setelah pisau halus dihardering kemudian dipanaskan di temperature 1000 derajat, setelah itu dicelup di larutan pendingin bisa juga digantung di udara saja.

Kemudian dikasih logo diukir kemudian diberi gagang, setelah itu diperhalus lagi lalu dikirim ke quality control untuk diperiksa dikasih sarung kemudian dites lagi dan siap dipasarkan. Steel yang wajib dipakai disini adalah 440c dan ats34, pisau yang dibuat disini memakai standar AISI (American Iron Standart Institute).

Dalam satu bulan pisau T. Kardin bisa memproduksi 200 buah pisau dengan berbagai macam jenis. Pisau T.Kardin dijual dengan harga mulai dari 250 ribu hingga 5 juta rupiah.”

“Pisau yang dibuat oleh kardin macam-macam, ada jenis skinner, berburu, militer, tactical, ada juga pisau-pisau tradisional, dan pisau dapur juga dibuat. Total sih klo di catalog sendiri kardin sudah memproduksi hampir 150 sampai 170 jenis pisau.” Ujar Rangga CEO T.Kardin.

Awalnya Teddy Kardin adalah pengguna pisau dan ia tidak ada niatan membuat pisau. Pisau buatan Kardin tak hanya banyak diburu oleh kolektor pisau dalam negeri tapi juga diminati oleh pasukan militer luar negeri seperti Amerika Serikat.

“Kita bikin dengan kesungguhan hati sih ya, Jadi pisau itu ada 3 kriteria yang harus selalu saya pegang. Harus cantik, indah agar orang bangga memilikinya. Kedua harus kuat, supaya tidak mudah rusak. Dan ketiga fungsional sesuai dengan fungsinya. Golok buat bacok, pisau dapur buat di dapur, pisau nyayat buat nyayat. Jadi fungsional sesuai dengan fungsinya.” Ujar Teddy Kardin pemilik Pisau T.Kardin.

Laporan Emzy Artadinata dari Bandung

RECOMMENDED POST

Leave your comment