ATVSI Usulkan Konsep Hybrid Dalam RUU Penyiaran https://assets1.antvklik.com/2017/09/parabola-tv-750x375.jpg

ATVSI Usulkan Konsep Hybrid Dalam RUU Penyiaran

www.antvklik.com - Pengurus Asosiasi Televisi Swasta Indonesia atau ATVSI menemui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera(PKS) di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa siang (26/9). Dalam kunjungannya Ketua ATVSI Ishadi SK menyampaikan kondisi penyiaran terkini dan pandangannya mengenai rancangan Undang Undang Penyiaran.

Dalam kunjungannya ke Fraksi PKS Ishadi menolak konsep single mux dalam RUU Penyiaran, pasalnya menurut Ishadi konsep ini berpotensi menimbulkan praktik monopoli, sebab dalam konsep single mux frekuensi siaran dan infrastruktur dikuasai oleh satu operator, yaitu Lembaga Penyiaran Publik Radio Televisi Republik Indonesia atau LPP RTRI . Konsep ini dianggap menunjukkan keberadaan posisi dominan pemerintah yang berpotensi disalahgunakan untuk membatasi industri penyiaran. ATVSI menyarankan untuk menerapkan sistem hybrid yang merupakan bentuk nyata dari demokrasi penyiaran.

“Konsep itu memungkinkan ketika terjadi perubahan yang sangat drastis, terhentinya dengan soft landing bukan crash landing, sehingga kita bisa selamat mengikuti perubahan yang ada,” ujar Ishadi.

Sementara Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan akan memperjuangkan yang terbaik dalam pembahasan RUU Penyiaran yang saat ini masih berada di antara komisi 1 dengan badan legislasi.

“Yang penting kami Fraksi PKS hari ini menerima kedatangan ATVSI, kita telah menerima aspirasi terkait pembahasan RUU Penyiaran yang sekarang sedang berada antara komisi 1 dan baleg. Tentu kita ingin RUU yang dibahas cepat selesai tanpa mengurangi konten dan dapat menjadi masukan dalam pembahasan RUU ini,” kata Jazuli. Laporan Tim liputan ANTV dari Jakarta.

RECOMMENDED POST


Leave your comment

ATVSI Usulkan Konsep Hybrid Dalam RUU Penyiaran https://assets1.antvklik.com/2017/09/parabola-tv-750x375.jpg

ATVSI Usulkan Konsep Hybrid Dalam RUU Penyiaran

www.antvklik.com - Pengurus Asosiasi Televisi Swasta Indonesia atau ATVSI menemui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera(PKS) di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa siang (26/9). Dalam kunjungannya Ketua ATVSI Ishadi SK menyampaikan kondisi penyiaran terkini dan pandangannya mengenai rancangan Undang Undang Penyiaran.

Dalam kunjungannya ke Fraksi PKS Ishadi menolak konsep single mux dalam RUU Penyiaran, pasalnya menurut Ishadi konsep ini berpotensi menimbulkan praktik monopoli, sebab dalam konsep single mux frekuensi siaran dan infrastruktur dikuasai oleh satu operator, yaitu Lembaga Penyiaran Publik Radio Televisi Republik Indonesia atau LPP RTRI . Konsep ini dianggap menunjukkan keberadaan posisi dominan pemerintah yang berpotensi disalahgunakan untuk membatasi industri penyiaran. ATVSI menyarankan untuk menerapkan sistem hybrid yang merupakan bentuk nyata dari demokrasi penyiaran.

“Konsep itu memungkinkan ketika terjadi perubahan yang sangat drastis, terhentinya dengan soft landing bukan crash landing, sehingga kita bisa selamat mengikuti perubahan yang ada,” ujar Ishadi.

Sementara Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan akan memperjuangkan yang terbaik dalam pembahasan RUU Penyiaran yang saat ini masih berada di antara komisi 1 dengan badan legislasi.

“Yang penting kami Fraksi PKS hari ini menerima kedatangan ATVSI, kita telah menerima aspirasi terkait pembahasan RUU Penyiaran yang sekarang sedang berada antara komisi 1 dan baleg. Tentu kita ingin RUU yang dibahas cepat selesai tanpa mengurangi konten dan dapat menjadi masukan dalam pembahasan RUU ini,” kata Jazuli. Laporan Tim liputan ANTV dari Jakarta.

RECOMMENDED POST

Leave your comment