Aksi Koboy Jaksa Bakal Berlanjut ke Pengadilan

JUNPLG
JUNPLG (Foto : )
www.antvklik.com-  Gara-gara konvoi mobilnya disalip,  jaksa  Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin mengeroyok seorang pegawai negeri sipil  dari  satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Muratara,Sumatera Selatan dan seorang temannya. Kapolda Sumsel berjanji akan mengusut kasus ini sampai ke pengadilan.Sembari membawa bukti hasil visum dan juga kepala kunci roda  yang digunakan pelaku memukulinya, Zulfandi Efendi, seorang pegawai negeri sipil di  Kabupaten Muratara Sumsel, bersama dengan rekannya Zul Satriani mendatangi  Mapolda Sumsel.Kedatangan kedua korban penganiayaan ini  untuk melaporkan aksi koboy  jaksa berinisial  AH  dan BS yang menjabat sebagai Kasi Pidana Khusus dan Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.Keduanya melaporkan dua oknum kejaksaan tersebut lantaran tak terima telah jadi korban aksi koboy dua yang mengeroyoknya bersama delapan orang lainnya. Aksi koboy jaksa itu  menyebabkan para korban mengalami luka memar di sekujur tubuh.Menanggapi pengaduan tersebut Kapolda Sumatera Selatan Pol  Agung Budi Maryoto  berjanji akan menindaklanjuti aksi koboy jaksa tersebut dan mengusut tuntas pengeroyokan itu. “Tidak ada yang kebal hukum tapi kita akan lakukan langkah langkah prefentif dan sekarang baru langkah pemeriksaan yang baru diperiksa baru 3 orang,tapi semua akan kita periksa dulu mana delik yang memenuhi unsur unsur pidana kita proses,” kata Irjen  Pol  Agung Budi Maryoto.Aksi koboy dua jaksa itu terjadi saat rombongan pengendara lima mobil konvoi yang diduga rombongan Kejari Sekayu Muba diduga mengeroyok dua orang sopir mobil Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni di Desa Lais, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (27/7/ 2017) malam.Menurut Endang, kejadiannya berawal saat dia bersama temannya (Zulham) mengendarai mobil dari Muratara hendak ke bandara guna menjemput Wabup Muratara, H Devi Suhartoni yang akan tiba dari Jakarta. Di Desa Lais, Kecamatan Lais, Muba, dia hendak menyalip kelima mobil konvoi tersebut namun baru menyalip dua mobil tiba-tiba di depan ada truk, sehingga terpaksa memepetkan mobilnya ke rombongan lima mobil konvoi tadi. Kemudian setelah tidak ada mobil lagi dia kembali memotong tiga mobil di depannya dari lima rombongan mobil konvoi itu.Tak senang didahului, rombongan lima mobil itu mengejar dan menghadangnya dan dipaksa berhenti."Setelah berhenti seorang pria keluar mobil langsung memukul tepat mengenai wajah dan kami berdua ditarik keluar mobil sementara teman pelaku yang lain berlari ke mobilnya mengambil kunci roda dan memukul teman saya dan menendang dadanya," katanya.Dari Palembang Sumatera Selatan Junjati Patra,Erda Suhaimi melaporkan