youtube channel

Channels

Bupati Ade Yasin Diancam Dipolisikan Penyelenggara Terkait Tuduhan Kehadiran Rhoma Irama

Bupati Ade Yasin Diancam Dipolisikan Penyelenggara Terkait Tuduhan Kehadiran Rhoma Irama

Bupati Ade Yasin Diancam Dipolisikan Penyelenggara Terkait Tuduhan Kehadiran Rhoma Irama (Foto Instagram)

Bupati Ade Yasin diancam dipolisikan oleh penyelenggara yakni keluarga Surya Atmaja, lantaran dinilai menyerang pribadi.

antvklik.com - Ancaman itu disampaikan pengacara keluarga Surya Atmaja, Muklis Ramlan dalam sebuah konfrensi pers di kediaman penyelanggara di bilangan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa (7/8/ 2020).

Menurut Muklis, apa yang dituduhkan terkait tidak patuhnya keluarga saat menggelar khitanan hingga mengundang kerumunan orang, tidak benar.

Pasalnya, saat acara seluruh tamu undangan mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan tersedianya cairan antiseptik, dan hanya dihadiri tetangga sekitar.

"Pada prinsipnya, apa yang dituduhkan Ade Yasin tidak benar. Bahwa yang hadir di sini adalah warga sekitar," ujarnya, seperti dikutip dari bogor.pikiran-rakyat.com.

Lebih lanjut Muklis menambahkan, kehadiran para undangan juga bukan karena sosok Rhoma Irama yang kebetulan menjadi tamu tuan rumah.

"Karena selama ini bersama abah Surya, mereka datang karena rasa syukurnya. Bukan orang luar yang mau nonton Rhoma Irama,” kata Muklis.

Muklis menjelaskan, mengenai adanya informasi yang menyebut acara itu menyebabkan mengundang kerumunan hingga ada panggung itu tidak benar.

Acara selama 27 dan 28 Juni dilakukan setelah penarikan Maklumat Kapolri terkait diperbolehkan kerumunan orang pada 25 Juni 2020.

“Lalu apa yang dilanggar? Semua protokol dilakukan, undangan juga tidak ada konser. Itu karangan-karangan dan tuduhan yang harus dibuktikan. Fitnah,” jawabnya.

Terkait berlakukah PSBB di daerah Pamijahan, Muklis menilai, ada kelalaian Bupati Ade Yasin karena tidak seluruhnya warga miskin di Pamijahan yang mendapatkan bantuan sosial.

Merujuk pada ketentuan pemberlakuan PSBB, Muklis menilai, seharusnya pemda terlebih dahulu memberikan bantuan baru menetapkan PSBB.

“Jangan-jangan warga di sini baru tahu zona merah PSSBB setelah ribut-ribut ini. Berdasarkan info, di sini hanya 16 keluarga yang mendapat bantuan. Yang lain kemana?,” paparnya.

Untuk itu, keluarga pun mengangap bila Bupati Ade Yasin mencari sensasi dengan menyudutkan keluarga Surya Atmaja.

Ade Yasin hanya menerima laporan separuh, tidak secara utuh dan dilontarkan kepada media

“Kalo semangatnya untuk daerah bebas Covid-19 kita hargai. Tapi ini ada motif di belakang itu, dan sudah menyerang privasi abah Surya. Tentu kami dari tim hukum akan lakukan langkah-langkah hukum ke depan,” pungkas Muklis.


icon featured

Artikel Terkait

icon featured

Terpopuler

icon featured

Komentar