Shenzhen China Perluas Pembatasan Covid Namun Tidak Terapkan Lock Down

Para relawan di pusat karantina Covid Shenzhen, China.
Para relawan di pusat karantina Covid Shenzhen, China. (Foto : Reuters)

Antv –Beberapa distrik di pusat teknologi China selatan, Shenzhen memperpanjang pembatasan pada kegiatan publik, makan di luar, dan pembatasan di tempat hiburan pada Jumat (2/9/2022). Namun pemerintahan setempat tidak melakukan lock down saat mereka mencoba mengendalikan peningkatan jumlah kasus Covid-19.

Pembatasan di kawasan pusat bisnis Futian dan Longhua yang merupakan pusat produksi perakitan Iphone – Apple dan Foxconn telah diperpanjang hingga Minggu (4/9/2022). Sementara penduduk di sejumlah tempat seluruh kota diminta untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan.

Sebagian besar dari 18 juta penduduk Shenzhen saat ini dibayangi mewabahnya Covid-19 yang grafiknya mulai naik di kota ini sejak musim semi. Namun tidak seperti bulan Maret ketika saat itu dilakukan lock down di Shenzhen untuk mengurangi penyebaran Covid, saat ini Shenzhen lebih memilih pendekatan rasional untuk mengatasi gejolak peningkatan Covid yang mulai naik sejak akhir Agustus.

Pada kamis (1/9/2022) malam, para pemangku kebijakan setempat berusaha untuk meredam isu bahwa kota tersebut akan menerapkan lock down seperti yang terjadi selama seminggu di bulan Maret. Mereka mengatakan warga dapat pulang dan pergi ke rumah mereka selama 24 jam.

Sejauh ini pihak berwenang masih belum menutup kantor dan pabrik.

“Kita perlu mengendalikan virus, kita tidak bisa menyerah begitu saja seperti negara lainnya,” ungkap seorang wanita bermarga Tang yang secara sukarela membantu pengiriman makanan di komplek yang sedang dilakukan lock down di Futian, distrik terparah Covid-19 di Shenzhen.

“Tapi saya tidak tahu kapan Covid ini akan berakhir, itu benar – benar merugikan bisnis,” tambahnya.