youtube channel

Channels

Kisah Lugu Sadio Mane Saat Baru Menginjak Benua Eropa

Kisah Lugu Sadio Mane Saat Baru Menginjak Benua Eropa

Wajah dan penampilan lugu Sadio Mane saat baru mendarat di Benua Impian, tanah Eropa untuk meniti karier hingga berpuncak saat memenangi Trofi Liga Champions musim lalu.

Sadio Mane, Penyerang Sayap Liverpool, pantas dimasukan sebagai jajaran elit 10 besar pesepakbola dunia saat ini. Pesepakbola kelahiran Senegal, 10 April 1992 ini ikut mengantar Liverpool menjuarai Liga Champions 2018-2019, Runner Up Liga Inggris di musim yang sama, dan menjadi Top Skorer Liga Inggris musim lalu, dengan 22 gol bersama Mohamed Salah dan Aubameyang. Mane yang juga ikut membawa Timnas Senegal jadi Runner Up Piala Afrika ini, juga bintang yang laris di bursa transfer dengan bandrol mendekati Rp 2 Triliun, namun tak dilepas oleh klubnya Liverpool. Begitu pentingnya peran Mane, hingga gajinya mencapai Rp 3,1 Miliar sepekan di Liverpool

antvklik.com - - Namun siapa sangka dibalik glamour suksesnya saat ini, Mane punya cerita lucu dan lugu saat baru pertema mendarat di Benua Eropa, tanah impiannya untuk mewujudkan mimpi sebagai pesepakbola profesional di level tertinggi.

Delapan tahun silam tepatnya, tahun 2011, Mane memberikan diri meninggalkan kampung halamannya, juga sekolahnya di Sedhio, Senegal untuk mengadu nasib ke Prancis, menekuni sepakbola. Bakat dan kemampuan Mane mulai menarik minat pemandu bakat dari Akademi Generation Foot yang memiliki hubungan dekat dengan klub Prancis, FC Metz. Sesi uji coba yang dijalani Mane saat itu menjadi titik awal perjalanan kariernya di dunia sepak bola.

Sadio Mane Penampilan Sadio Mane saat baru menjadi pesepakbola profesional di Liga Prancis, bersama FC Metz

Mane langsung masuk ke tim utama FC Metz yang saat itu berlaga pada divisi dua Liga Prancis. Karier Mane terus meningkat hingga akhirnya ia bisa mencicipi kompetisi Liga Inggris bersama, Southampton hingga Liverpool sekarang. Meski saat ini telah menjadi pemain bintang, Mane dikenal sebagai sosok pemain yang lugu dan rendah hati. Ternyata, sifat lugu Mane sudah tertanam sejak ia pertama kali datang ke Eropa.

Seorang jurnalis Prancis masih ingat ketika ia diminta untuk memotret Mane karena sang pemain ingin mengirimkan foto ke ibunya di Senegal, setelah akhirnya masuk FC Metz. Jurnalis itu pun mengabulkan permintaan Mane yang ingin difoto saat mengenakan jaket FC Metz.

"Dia melihat saya memegangi kamera, dan meminta saya memotret dirinya karena dia ingin mengirim foto untuk ibunya," kata sang jurnalis. Yang jadi masalah, Mane dan jurnalis itu kebingungan bagaimana caranya mengirimkan foto tersebut. Sang jurnalis kembali tambah kebingungan karena Mane saat itu tidak memiliki alamat email, dan tak cara membuatnya.

Sadio Mane Sudah sukses dan kaya raya, Mane tetap berpenampilan biasa saja.

Setelah berdiskusi panjang lebar, Mane akhirnya memberikan alamat email FC Metz kepada sang jurnalis. Setelah itu Mane pun bertanya, berapa tarifnya, jasa mengirim foto seperti ini, dan kelak nanti jika Mane menginginkan momen foto yang lain. Mane selalu ingin mengirim foto ke keluarganya, untuk membuktikan pilihannya meninggalkan sekolah dan mengejar karier sebagai pesepakbola ketimbang permintaan orang tuanya menjadi guru itu tidak salah, dan bisa berhasil.

"Dia kemudian bertanya, "Ini gratis, kan?," imbuh sang jurnalis membagi cerita lugu Mane di akun instagramnya.

Meski sudah menjadi pemain yang terbilang kaya dan mapan, Mane anak seorang imam masjid di pedalaman Senegal ini, memang dikenal jauh dari kehidupan glamour. Saat libur kompetisi, Mane lebih suka menyisihkan uangnya untuk membangun sekolah dan fasilitas umum di kampung halamnnya. Tahun 2018 lalu, Mane yang dibesarkan di keluarga sederhana, tak canggung saat ikut membantu membersihkan toilet Masjid dekat Liverpool, tempat dia biasa sholat. Gaya selebrasinya pun tak berubah saat mencetak gol, Bersujud.

Sadio Mane Ritual selebrasi yang tak berubah, bersujud setelah mencetak gol.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments