youtube channel

Channels

Kondisi Politik Memanas, Timnas Argentina Batal Lawan Timnas Israel

Kondisi Politik Memanas, Timnas Argentina Batal Lawan Timnas Israel

Ketua Persatuan Sepakbola Argentina, Claudio Tapia membatalkan pertandingan melawan Israel

antvklik.com - Ketua Persatuan Sepakbola Argentina, Claudio Tapia membuat keputusan secara resmi pada Rabu (6/6/2018) waktu setempat, untuk membatalkan pertandingan persahabatan Timnas Argentina dengan Israel karena masalah keamanan.

Pertandingan melawan Israel tersebut menuai kritik dari Ketua Asosiasi Sepakbola Palestina. Ia mengatakan, para fans sepakbola di Palestina akan melakukan aksi pembakaran foto serta kaos striker andalan Argentina, Lionel Messi, jika Argentina tetap bertanding melawan Israel.

“Aksi dan bahaya yang telah kami terima, membuat kami mengambil keputusan untuk tidak melaksanakan pertandingan tersebut. Kami tidak akan berangkat (ke Israel). Adalah tanggung jawab saya sebagai Presiden dari AFA adalah untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kesatuan dari seluruh tim. Dengan kewenangan saya, saya putuskan untuk mengambil keputusan ini. Saya meminta maaf pada seluruh rakyat Israel dan pada rakyat Argentina pula,” ucap Tapia secara resmi dalam konferensi press di Barcelona.

Ketua Asosiasi Sepakbola Palestina, Jibril Rajoub menulis pada Claudio Tapia minggu lalu, mengatakan bahwa Israel menggunakan pertandingan sepakbola sebagai “alat politik”.

Pembatalan pertandingan melawan Israel ini disambut oleh warga Palestina sebagai sebuah kemenangan.

Pertandingan tersebut sebenarnya akan dilaksanakan oleh Timnas Argentina di Stadion Teddy Kollek, Yerusalem, sebagai pertandingan persahabatan terakhir sebelum mereka akan melaksanakan Piala Dunia pada 16 Juni yang akan datang.

Pembatalan pertandingan ini sebenarnya tak terlepas dari panasnya hubungan politik Israel dengan Palestina saat ini. Hingga kini, status Yerusalem sendiri masih sangat sensitif.

Mulanya akan dimainkan di Haifa, pertandingan Timnas Argentina vs Israel ini kemudian dipindahkan ke Yerusalem oleh otoritas Israel. Keputusan tersebut membuat warga dan pemerintah Palestina menjadi kesal.

Sumber Berita: Reuters


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments