youtube channel

Channels

Lionel Messi Terancam Hukuman Dua Tahun

Lionel Messi Terancam Hukuman Dua Tahun

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi yang gagal membawa timnya bersinar di Copa America 2019, kini terancam hukuman, maksimal dua tahun akibat pernyataan kontroversialnya soal wasit, Conmebol, hingga korupsi.

antvklik.com - newsplus.antvklik.com - Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (Conmebol) menyesalkan pernyataan yang dilontarkan kapten Timnas Argentina, Lionel Messi selepas mengikuti Copa America 2019, atau kejuaraan sepakbola antar Negara Amerika Selatan. Messi melontarkan sejumlah pernyataan yang berpotensi membuatnya bisa terjerat hukuman sanksi hingga dua tahun. Dikutip dari AS, pernyataan kontroversial dimaksud antara lain adalah kecaman terhadap wasit setelah Argentina dikalahkan Brasil 0-2 di babak semifinal.

"Kami tidak harus menjadi bagian dari korupsi ini, dari kurangnya rasa hormat yang kami derita selama Copa America ini. Kami menginginkan lebih dan mereka tidak membiarkan kami berada di final, korupsi, wasit, dan semua yang bikin orang untuk tidak menikmati sepakbola," kata Messi usai pertandingan. Messi bahkan menyindir Brasil dipersiapkan untuk jadi juara.

Lionel Messi Salah satu momen kekesalan Messi di Copa America 2019, mendapat kartu merah wasit setelah terjadi insiden keributan pemain.

Kekesalan Messi ternyata tidak berhenti disitu, saat menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Chile, meski menang 2-1, Messi yang di kartu merah, karena terlibat keributan dengan kapten Timnas Chile Gary Medel, juga menolak menghadiri acara seremonial pengalungan medali.

"Tuduhan ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kompetisi, semua pemain, dan ratusan pelaku profesional dari Conmebol yang sejak 2016 telah bekerja tanpa lelah untuk menjadikan sepak bola Amerika Selatan transparan," demikian pernyataan resmi Conmebol menanggapi tuduhan Messi. Selain membantah semua tuduhan, Conmebol menganggap pernyatan itu bisa masuk kategori penyerangan verbal dan penghinaan, otoritas dan ofisial.

Pernyataan Messi sempat mendapat respon dari para pemain Brasil yang membantah semua tuduhan itu. “Saya memahami kekecewaannya, tapi saya tidak setuju dengan tuduhannya, karena kami telah bersusah payah dan berjuang untuk meraih trofi juara ini,” komentar Dani Alves, Kapten Timnas Brasil yang juga pernah jadi rekan satu tim Messi di Barcelona.

Lionel Messi Messi melontarkan protes pada wasit disela pertandingan semifinal melawan Brasil. Argentina kalah 0-2 meski bermain cukup baik.

Marquinhos, menambahkan Messi adalah pemain idola banyak orang, baik itu sesama pemain dan fans, bahkan jadi sumber inspirasi bagi banyak orang. “Dia sosok pemain hebat, tak ada yang membantah, namun dia harus belajar menerima kekalahan,” ujar pemain PSG tersebut. Rekan satu tim Marquinhos, Thiago Silva, menambahkan Messi permah merasakan situasi “Diuntungkan Wasit”. Momen itu terjadi saat Barcelona mengalahkan PSG dengan skor yang sepintas mustahil namun terjadi di Liga Champions 2016-2017. Saat itu Barcelona kalah 0-4 di pertandingan leg1 babak 16 besar. Di Leg kedua, Barcelona bisa menang 6-1. Meski jadi pertandingan yang kontroversial. Namun Thiago dan para pemain PSG menerima kekalahan, dan tidak mengumbar kecaman membabi buta pada wasit meski kecewa. “Saya pikir kita harus punya rasa respek, menerima hasil pertandingan, Brasil meraih juara dengan perjuangan,” imbuhnya.

Lionel Messi Ekspresi lesu Messi di Copa America 2019. Mencetak satu gol dari enam pertandingan, dan satu kartu merah, Argentina peringkat tiga.

Akankah benar-benar bakal jatuh hukuman maksimal dua tahun, pada Messi, sehingga peraih 5 Ballon D’or atau pemain terbaik dunia itu, bakal absen membela Argentina di Copa America 2020 dan Kualifiasi Piala Dunia 2022. Semua menunggu hasil investigasi dan sikap Conmebol.

Berkaca pada kasus hampir serupa di Liga Champions Eropa 2018-2019, Neymar dihukum skors 3 kali larangan main karena mengecam wasit yang tidak profesional, saat timnya PSG disingkirkan Manchester United di babak 16 besar. Sudah menang 2-0 di leg1 away, kemudian kalah 1-3 di leg2 oleh tendangan penalti di detik-detik akhir yang menyesakan tentu sangat mengecewakan dan sebuah tidakkeberuntungan.

Kekecewaan Messi mungkin bisa dipahami, berkali-kali membawa Timnas Argentina masuk final namun selalu gagal. Dimulai dari Final Copa America 2007, 2015, dan 2016, ditambah Final Piala Dunia 2014, sementara Messi selalu disorot sebagai pemain terbaik dunia yang selalu gagal bersama timnas senior, berbeda dengan di klubnya Barcelona yang sudah mengkoleksi 34 trofi sejak tahun 2004. Namun dengan melontarkan tuduhan dan pernyataan kontroversial kini jadi masalah serius buat reputasi Messi sendiri.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments