youtube channel

Channels

Dendam Emas Duo Srikandi Cantik, di Asian Games 2018

Dendam Emas Duo Srikandi Cantik, di Asian Games 2018

Diananda Choirunisa, Salah Satu Pemanah Andalan Indonesia Yang Diharapkan bisa Mempersembahkan Medali di Asian Games.

antvklik.com - www.antvklik.com Sukses Diananda Choirunisa, meraih 2 medali emas plus 1 perak di Sea Games 2017, ditambah Perunggu di Kejuaraan Dunia panahan 2017, diharapkan bersambung dengan medali emas di Asian Games 2018. Ya, dari 40 cabang olahraga yang bakal di pertandingkan di Asian Games 18 Agustus hingga 2 September mendatang di Jakarta dan Palembang, Panahan adalah cabang yang berpotensi meraih medali. Raihan emas akan jadi rekor tersendiri. Sejak di pertandingkan, di Asian Games 1978, Indonesia, baru mampu mempersembahkan 2 medali perak dan 1 perunggu. Tahun 1982, Lewat Trio Donald Pandiangan, Fery Budiman dan Suradi Di Beregu Putra, dan Tahun 1990 Lewat Trio Purnama Pandiangan, Dahliana, dan Rusena Galanteh. Sedangkan dan 1 perunggu direbut Trio Donald Pandiangan, Adang Sadjiji dan Sidak Djubadjati tahun 1978. Di level lebih tinggi, Olimpiade, Trio Srikandi Indonesia, Lilies Handayani, Nurfitriana Saiman, dan Kusumawardhani sudah menoreh rekor bersejarah, sebagai cabang olahraga penyumbang medali pertama Indonesia di Olimpiade. Medali Perak Beregu Putri Olimpiade 1988.

Setelah Meraih Medali Emas di Sea Games 2013 dan 2017, Plus Perunggu Kejuaraan Dunia, Diananda Choirunisa Mengincar Medali Emas Asian Games 2018

“Bila senior kita sudah mempersembahkan medali pertama di level Olimpiade, semoga kali ini generasi kita bisa menorehkan rekor baru yang lain. Mempersembahkan emas perdana panahan di Asian Games,” Tekad Diananda Choirunisa. Gadis kelahiran Surabaya 16 Maret 1997 yang biasa tampil di Nomor recurve ini tertantang untuk terus menaikan levelnya. Setelah meraih emas di Sea Games 2013 dan 2017, plus Kejuaraan Dunia 2017, saatnya emas Asian Games. Diana - nama panggilannya—menyebut Asian Games adalah “Olimpiade Mini” pasalnya, para pesaing berat dan juara dunia, berasal dari negara negara Asia seperti Korsel, Cina, Jepang, dan India. Mereka pasti kembali bertemu di Olimpiade atau Kejuaraan Dunia. Asian Games Rasa Olimpiade, kata Diana.

“Tidak ada beban target, tapi saya seperti punya target pribadi. Saya sudah meraih emas di level Sea Games, mengapa tidak Asian Games,” ujar Diana yang di Sea Games 2017 lalu meraih emas di nomor Individual Recurve Putri, dan Mix Team Recurve, serta Perak, Beregu Putri Recurve. Diana juga ingin menebus kegagalan di Asian Games 2014 dimana cabang Panahan gagal menyumbangkan medali. Bertambahnya umur, jam terbang, tekanan bertanding, skil, pengalaman dan kematangan mental seorang atlet senantiasa berkembang. “Sekarang saya merasa lebih siap dan matang, belajar dari pengalaman, empat tahun silam masih SMA sekarang sudah mahasiswa, sudah makin biasa menghadapi tekanan,” ujar Mahasiswi Psikologi Universitas Airlangga Surabaya ini. Penampilan baru Diananda dengan hijab-nya sama sekali tidak menganggu fokus dan penampilannya. Diana malah mengaku lebih percaya diri sejak berhijab tahun 2015.

Dellie Threesyadinda, Putri Legenda Panahan, Lilies Handayani, Membidik Rekor dan Medali di Asian Games 2018.

Dellie Si Penerus Legenda

Selain Diana, Persatuan Panahan Indonesia (PB PERPANI) juga punya srikandi cantik dan berprestasi lain. Dia adalah, Dellie Threesyadinda. Perempuan kelahiran Surabaya, 12 Mei 1990 ini adalah putra atlet legendaris panahan, Lilies Handayani. Beberapa prestasi yang sudah pernah ditorehkan Dellie, diantaranya menyabet dua medali perak di SEA Games Thailand 2007, dua medali perunggu SEA Games Laos 2009, 3 medali emas dan 2 medali perak Asian Grand Prix 2011, 1 medali 1st Asian Grand Prix 2013, serta 1 medali emas (beregu) dan satu perak (individu) SEA Games Myanmar 2013. Wanita asal Surabaya tersebut juga sudah menggenggam medali perunggu dari ajang Kejuaraan Dunia 2007 dan perunggu di Kejuaraan Dunia 2016.

“Saya punya target dan motivasi besar untuk bisa meraih prestasi puncak di Asian Games 2018. Mama selalu memotivasi ayo lakukan yang lebih hebat lagi, lebih dari Mama untuk Indonesia,” tekad Dellie yang beberapa kali pernah jadi model produk kecantikan ini. Lilies juga yang memperkenalkan Dellie dengan panahan sejak SD dan ternyata berminat menekuni secara serius.

Dellie dan Sang Ibunda, Lilies Handayani. Ibu, Guru, dan Sumber Inspirasi

Cabang panahan Asian Games 2018, nantinya akan memperebutkan 8 medali. 5 dari Nomor Recurve Individual Putri, Putra, Beregu Recurve Putra, Putri, dan Campuran. 3 lainnya dari Compound Beregu Putra, putri, dan campuran.

Selain Diananda Choirunisa dan Dellie Threesyadinda, pemanah-pemanah senior masih jadi tumpuan, seperti Prima Wisnu Wardhana yang meraih medali emas di nomor Compound individual putra Sea Games 2017, dan Sri Ranti, di Compound Individual Putri, Riau Ega Pasangan Diananda meraih emas Sea Games 2017 di Nomor Mixed Team Recurve.

Selain mereka masih ada Linda Lestari, Titik Kusumawardhani, yang ikut andil merebt perak di Beregu Putri Recurve Sea Games 2017 bersama Diananda, juga Trya Resky dan Rona Siska sari yang meraih perunggu Sea Games 2017 di Compound Beregu Putri Bersama Dellie.

Semoga performa para pemanah andalan tuan rumah, memuncak di Asian Games 2018 dan berbuah medali kebanggan bagi Indonesia.

Atlet Cabang Panahan Asian Games 2018, Siap Berikan Terbaik Untuk Indonesia


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments