youtube channel

Channels

Sinopsis Jodoh Wasiat Bapak ANTV 13 Agustus 2018 Ep 709: Petaka Akibat Menjarah!

Sinopsis Jodoh Wasiat Bapak ANTV 13 Agustus 2018 Ep 709: Petaka Akibat Menjarah!

Sinopsis Jodoh Wasiat Bapak ANTV 13 Agustus 2018 Ep 709: Petaka Akibat Menjarah!

Sinopsis Jodoh Wasiat Bapak ANTV 13 Agustus 2018 Ep 709. Fikti (38) harus berpikir keras setelah perusahaan tempatnya bekerja bangkrut, dan tidak menerima pesangon karena pemilik perusahaan menghilang tak bertanggung jawab.

antvklik.com - Namun begitu demi menjaga perasaan Nadya (37), istrinya yang tengah hamil 7 bulan, Fikri merahasiakan musibah yang menimpa mata pencahariannya. Fikri tetap menunjukkan diri berangkat kerja seperti biasa.

Berpakaian kemeja rapi, dan membawa tas kerjanya. Apa yang dilakukan Fikri di luar? Ia jadi kuli panggul di pasar. Walau upah kecil, tak peduli.

Sore pulang ke rumah seperti biasa. Tetap berpakaian rapi layaknya pulang dari kantor. Nadya dan Riska (12), anak laki-laki Fikri, menyambut hangat.

Fikri pulang selalu bawa makanan. Sampai satu ketika, Nadya mengalami masalah dengan kandungannya.

Setelah mendapat pemeriksaan dari Dokter Vanya, diputuskan Vanya harus segera melakukan persalinan dini. Dan itu pun harus proses caesar. Fikri pun bingung.

Di tengah kebingungan, Fikri bertemu Yanto (38), temen sekampung. Yanto mengajak Fikri bergabung dalam komplotan pencuri spesialis rumah kosong. Hasil jarahan dibagi rata.

Merasa ini pilihan terbaik daripada bertahan jadi kuli panggul, Fikri pun menerima. Bersama Yanto, dan teman Yanto, sebut saja Totok (30), Fikri pun menjarah dari rumah ke rumah.

Kepada Nadya dan Reza, Fikri tetap berbohong kerja di kantor. Dan Fikri tiap pulang selalu bawa makanan.

Sementara Rizka yang sadar betapa mahal ongkos kelahiran calon adiknya, inisiatif bekerja pada Bang Jupri, penyalur sendal anak-anak gambar kartun.

Riska berjualan di perempatan lampu merah. Kalo ada teman-teman sekolah yang mengejeknya, Riska tidak sedih, malah, mengomeli mereka. Fikri merasa sedikit lega dengan hasil jarahannya.

Tapi malam itu adalah hari sialnya. Saat mencuri di rumah kosong, terjadi kekeliruan. Rumah yang dikiri kosong ternyata ada pemiliknya. Seorang janda, Jessy (27). Fikri yang panik karena Jessy teriak, nekad membunuh Jessy. Jessy tewas di tempat.

Yanto menyesali tindakan ceroboh Fikri. Karena, mereka sepakat tak ada korban jiwa dalam setiap aksi pencurian. Yanto pun tak mengajak lagi Fikri. Tapi Yanto mengancam akan membunuh anak dan istri Fikri jika buka mulut tentang aksi kejahatan mereka selama ini.

Sejak kejadian itu Fikri frustasi. Jessy ternyats piara Jin Kafir. Jin Kafir pun menteror Fikri. Arwah Jessy pun gentayangan, meneror Fikri.

Namun begitu, Fikri tetap merahasiakan dari Nadya dan Riska. Sampai suatu ketika, Fikri tanpa sengaja membaca buku harian Riska.

Betapa kagetnya Fikri menemukan catatan tentang kesaksian Riska terhadap kejahatan yang diperbuat Fikri. Dari buku harian anaknya itu, Fikri memahami Riska diam-diam pernah melihat Fikri mencuri di rumah kosong di kawasan elit.

Pada akhir diari Riska, tertulis kalimat polos: Ya Allah, ampunilah dosa ayah karena ayah menjadi maling demi kebahagiaan kami.

Meskipun sudah menyesal, Fikri takut berurusan dengan polisi. Semata-mata demi keluarga. Fikri pun bertaubat. Tapi saat bermunajat taubat tangannya tersambar petir.


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments