youtube channel

Channels

Sutirah, Perempuan Pertama Pawang Hewan Buas di Indonesia

Sutirah, Perempuan Pertama Pawang Hewan Buas di Indonesia

Foto: Historia via Facebook

Sutirah! Dia adalah perempuan pertama Indonesia yang tercatat sejarah sebagai pawang hewan buas. Sayangnya tidak ada foto lain yang menggambarkan bagaimana kehebatan Sutirah menaklukkan hewan buas.

antvklik.com - Entah kapan foto ini dibuat. Namun tentunya sekira abad 18.

Seram! Begitulah saat pertama melihat foto hitam-putih ini. Seorang perempuan berambut panjang, bergaun putih, tengah menggendong seekor buaya. Foto yang keren! Sepertinya semua sepakat bahwa perempuan dalam foto ini adalah pawang hewan buas. Begitu tenang menggendong buaya yang mulutnya siap menyergap.

Sutirah, Perempuan Pertama Pawang Hewan Buas di Indonesia Foto: Historia via Facebook

Ya! Dialah Sutirah! Sutirah lahir pada tahun 1863. Sejak kecil Sutirah sudah menunjukkan kemampuannya berinteraksi dengan hewan liar dan buas. Ketika remaja, Sutirah mulai dipercaya sebagai pawing hewan. Dipercaya membantu segala urusan yang berkaitan dengan ternak. Mulai dari menaklukkan kerbau mauun sapi yang mengamuk, bahkan menaklukkan biawak, ular maupun buaya yang merangsek masuk kampung.

Bahkan ada cerita Sutirah dipanggil ke sebuah perkebunan teh di Jawa Barat untuk membantu menghalau macan tutul yang kerap mengganggu para pemetik teh di perkebunan itu.

Sutirah makin populer. Hingga akhirnya dipekerjakan di Dierenbescherming Agentschappen (lembaga pengawasan hewan bentukan Belanda). Sutirah sempat pula bekerja dengan Carl Wilhelm Weber, ahli zoology yang terkenal.

Max Wilhelm Carl Weber (1852-1937) adalah peneliti berkebangsaan Belanda kelahiran Jerman. Weber meneliti persebaran fauna di Indonesia. Weber melihat dan mendalami persebaran fauna Oriental/Asiatis dengan Australis. Memunculkan peta persebaran fauna garis Weber, yang menandai perbatasan fauna Australasia.

Teori Webber sempat “mengoreksi” teori Alfred Russel Wallace. Garis Wallace adalah garis pembagi wilayah sebaran flora fauna yang dilakukan berdasarkan adanya perbedaan ciri hewan di bagian timur dan barat Indonesia. Garis Wallace dimulai dari ujung utara Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Lalu terus lurus berjalan ke selatan melalui Selat Makassar kemudian melewati selat yang menghubungkan Pulau Bali dan Lombok.

Sedangkan Garis Weber juga membagi Indonesia menjadi dua bagian, yakni bagian tengah dan timur. Garis ini dimulai dari utara, yakni dari Kepulauan Maluku hingga ke sisi barat paparan sahul (Australia). Kemudian dari dangkalan sahul menuju sisi timur Nusa Tenggara Timur.

Sutirah, Perempuan Pertama Pawang Hewan Buas di Indonesia Ilustrasi Garis Wallace dan Weber

Pemberian nama Garis Khayal Wallace dan Weber dilakukan oleh ahli biologi dari Inggris bernama Thomas Henry Huxley. Pertemuan antara dua garis khayal persebaran fauna di Indonesia itu dipercaya sebagai zona transisi evolusi fauna antara benua Asia dan Australia yang disebut Garis Wallacea.

Bersama Weber, Sutirah berkesempatan menjelajah ke berbagai pelosok mulai dari Lombok, Sulawesi sampai ke kepulauan Tanimbar untuk mengklasifikasi hewan vertebrata (bertulang belakang, menyusui).

Sutrirah kini menginspirasi banyak pawang hewan perempuan di indonesia. Emansipasi nyata bahwa perempuan mampu melakukan banyak hal sama seperti yang dilakukan laki-laki. (*)


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments