youtube channel

Channels

Mengenal Sosok Adika Nuraga, Wakil Keluarga Bakrie dalam Proyek Gasifikasi Rp29,6 Triliun

Mengenal Sosok Adika Nuraga, Wakil Keluarga Bakrie dalam Proyek Gasifikasi Rp29,6 Triliun

Mengenal Sosok Adika Nuraga, Wakil Keluarga Bakrie dalam Proyek Gasifikasi Rp29,6 Triliun (Foto Istimewa)

Grup Bakrie menandatangani perjanjian gasifikasi batubara menjadi metanol dengan PT Ithaca Resources, dan Air Products senilai US$2 miliar di Kalimantan Timur.

antvklik.com - Dalam laman media sosial Linkedin, CEO dan President Director PT Bakrie and Brothers Tbk. (BNBR) Anindya Novyan Bakrie menyebutkan perjanjian itu ditandatangani oleh para pihak dan disaksikan pejabat terkait secara virtual.

"Pihak Bakrie diwakili CEO Bakrie Capital Indonesia Aga Bakrie, Air Products diwakili CEOnya Seifi Ghasemi yang berada di Amerika Serikat dan ITHACA diwakili Agoes Projosasmito," ulas Anindya yang dikutip Minggu, (17/5/2020).

View this post on Instagram

Alhamdulillah kemarin malam, di bulan baik, bulan suci Ramadan, telah resmi dijalin aliansi strategis antara PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), PT Ithaca Resources, dan perusahaan dari Amerika Serikat; Air Product untuk berkolaborasi mengerjakan proyek besar “Coal to Methanol”. Dikarenakan kondisi pandemi Covid-19, acara penandatanganan proyek yang akan dibangun di Batuta Industrial Chemical Park, Bengalon, Kutai Timur, Kalimantan Timur ini dilakukan secara virtual. Kami berharap Batuta bisa menjadi Kawasan Industri berstatus Kawasan Ekonomi Khusus. Pihak Bakrie diwakili CEO Bakrie Capital Indonesia @aga_bakrie , Air Product diwakili CEOnya Seifi Ghasemi yang berada di Amerika Serikat dan ITHACA diwakili Pak Agus Projosasmito. Penandatanganan disaksikan secara virtual oleh wakil pemerintah yaitu Menko Maritim dan Investasi Pak @luhut.pandjaitan, Menko Perekonomian Pak @airlanggahartarto_official, Menteri Perindustrian Pak @agusgumiwangk, Kepala @bkpm_id Pak @bahlillahadalia, juga kepala daerah tempat proyek ini dibangun: Gubernur Kaltim Isran Noor dan Bupati Kutai Timur Ismunandar. Siang sebelumnya, kami juga sempat bersilaturahmi via video call dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Proyek senilai USD 2 miliar lebih ini patut disyukuri. Karena di saat kondisi sulit akibat pandemi kita berhasil mendapatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia. Proyek yang akan mengubah batubara bernilai rendah menjadi methanol bernilai tinggi ini sesuai dengan arahan Presiden @jokowi untuk membangun industri hilir di Indonesia yang mengubah bahan mentah menjadi bahan bernilai tambah tinggi. Proyek pionir ini akan menghasilkan swasembada methanol (salah satunya untuk program pemerintah misalnya program Biodiesel B30 dll.). Ini akan mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) secara signifikan dan pada akhirnya akan mengurangi tekanan pada mata uang rupiah. Megaproyek ini juga diharapkan akan memberikan efek positif berupa pembukaan banyak lapangan kerja, alih teknologi dan lain sebagainya yang pada akhirnya akan memajukan perekonomian baik daerah maupun nasional secara berkelanjutan. (Bersambung di kolom komentar)

A post shared by Anindya Bakrie (@anindyabakrie) on

Lalu siapa Adika Nuraga Bakrie yang dikenal dengan Aga Bakrie?

Dikutip dari laman Jungle Land, salah satu bisnis hiburan milik Grup Bakrie, dan informasi pendukung lain, Aga Bakrie merupakan anak tertua dari Nirwan D. Bakrie.

Aga kelahiran Jakarta, 14 Desember 1981. Ia bersama 10 cucu dari generasi ketiga telah mengendalikan sejumlah bisnis keluarga.

Selain menjadi Komisaris Jungle Land, Aga juga tercatat pernah menjadi Komisaris PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk dimulai pada 2015.

Dalam komposisi direksi terbaru, nama Aga tidak lagi ada namun adiknya, Adhika Andrayudha Bakrie menjadi direksi pada perusahaan sawit itu.

Lulusan Bentley College, Boston - USA pada 2005 itu telah menjabat Direktur PT Bakrie Capital Indonesia sejak 2013.

Aga juga tercatat menjadi di PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk sebagai Direktur (2015-2017), PT Jungleland Asia sebagai Direktur (2015-2016), PT Graha Andrasentra Propertindo, sebagai Chief Business Development Officer (2014 - 2015), PT Semesta Marga Raya/Bakrie Toll Road.

Lainnya ia sebagai Deputy Chief Financial Officer (2009 - 2012) PT Kaltim Prima Coal, sebagai Manager (2008) PT. Bakrieland Development Tbk, sebagai Investment Specialist (2007 - 2014) PT Bumi Resources Tbk, Investor Relations (2007), Capital Managers Asia, sebagai Analyst (2005 - 2006).

25 November 2012, Nirwan Bakrie mengklaim generasi ketiga keluarga itu semakin banyak. Ada 11 orang generasi ketiga keluarga Bakrie yang turut dilibatkan.

"Kami berpesan agar para putra mahkota itu tetap menjaga kebersamaan dan tidak ada saling iri. Itu ditanamkan kepada mereka, bahwa kunci dari kelangsungan bisnis bisa sampai 100 tahun," katanya.

Nirwan menyebutkan regenerasi perusahaan Bakrie ada di tangan Anindya Bakrie sebagai laki-laki tertua dan Shahla Indriani Rahardjo sebagai perempuan tertua di generasi ketiga keluarga itu.

Pada generasi kedua, Grup Bakrie dikendalikan oleh Aburizal Bakrie, Nirwan Bakrie, Indra Bakrie dan Roosmania Kusmulyono.


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments