youtube channel

Channels

Sering Dilanda Bencana, Ini Rahasia Vanuatu Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Sering Dilanda Bencana, Ini Rahasia Vanuatu Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Vanuatu dikenal sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia (Foto: Reuters)

Vanuatu masuk dalam empat besar negara paling bahagia di dunia. Padahal negeri ini sering dilanda bencana alam. Lalu apa rahasianya?

antvklik.com - Vanuatu, negara kecil yang terdiri lebih dari 80 pulau dan terletak sekira 2.000 km sebelah Timur dari Australia.

Menurut Indeks Happy Planet, Vanuatu ada di peringkat empat besar negara paling bahagia di dunia.

Peringkat tersebut mempertimbangkan tingkat kesejahteraan, usia harapan hidup, dan kesetaraan suatu negara serta keberlangsungan lingkungannya

Padahal sebagai negara kepulauan, Vanuatu bukanlah negara kaya. Negara ini juga masih menghadapi sejumlah ancaman alam.

Terletak di cincin api Pasifik, Vanuatu sangat rentan terkena bencana alam. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pulau di sana terancam tenggelam akibat pemanasan global.

Dalam laporan PBB pada 2014, negara kepulauan ini juga dianggap paling berisiko di dunia terkait kemungkinan bencana alam.

Lalu apa rahasia negara di Samudera Pasifik itu begitu bahagia?

Warga Vanuatu dievakuasi akibat letusan gunung api pada 2017 (Foto: Reuters)

Kepemilikan Lahan

Sejak merdeka dari Perancis dan Inggris, semua lahan di Vanuatu adalah milik penduduk asli setempat dan tidak dapat dijual kepada orang asing.

Sebuah survei tahun 2011 oleh Kantor Statistik Nasional Vanuatu (VNSO) mengindikasikan, orang-orang yang memiliki hak kepemilikan atas tanah, rata-rata lebih bahagia daripada mereka yang tidak memilikinya.

Saat ini, sekira tiga perempat dari 298.000 penduduk di negara itu tinggal di daerah pedesaan, dan mayoritas penduduk pulau memiliki akses ke tanah di mana mereka dapat hidup dan bercocok tanam.

Pemimpin warga, Kalulu Taripoawia mengatakan, dalam tradisinya, warga bekerja di ladang sejak kecil.

"Itu membuat kami dapat makan dan kami bahagia menggarap lahan kami sendiri," ujarnya.

Sementara novelis Vanuatu Marcel Merthelorong, mengatakan warga Vanuatu sangat menghargai lingkungan.

"Kebahagiaan kami adalah konsekuensi penghargaan kami terhadap lingkungan, bagaimana kami mengelola lahan dan air," ujarnya.

Tidak Tergantung Uang

Survei yang sama menemukan, komoditi seperti babi, ubi dan kava, tanaman Pasifik Selatan (sejenis lada yang kadang-kadang digunakan untuk menghilangkan stres dan kecemasan) mudah diakses dan ditukar di Vanuatu tanpa uang.

Seorang seniman Vanuatu Sero Kuatonga mengatakan, masyarakat Vanuatu tidak memandang uang seperti banyak orang-orang di negara lainnya.

"Kami tidak terlalu bergantung pada uang seperti orang-orang di negara-negara lain. Ketika uang mereka habis, mereka akan stres," katanya.

Sumber kebahagiaan lain adalah hubungan kuat penduduk pulau itu dengan tradisi dan beragam lanskap kepulauan, yang terdiri dari pegunungan berbatu hingga terumbu karang.

"Vanuatu" berarti "Tanah kami selamanya" dalam bahasa asli Vanuatu.

Rumah-rumah di perkampungan Vanuatu (Foto: Reuters)

Ada 139 bahasa asli yang digunakan warga setempat dan menjadikannya negara ini salah satu negara dengan bahasa daerah paling banyak di dunia.

Sero Kuatonga, mengatakan bahasa asli adalah kebanggaan warga Vanuatu.

"Kami bahagia karena bahasa kami, bukan karena kami memiliki rumah yang bagus," ujarnya.

Sebagian besar penduduk memiliki pemahaman yang kuat tentang siklus penanaman tradisional, sejarah keluarga, dan pentingnya flora dan fauna.

Mereka juga dikenal tahan banting menghadapi bencana alam. Seperti pada 2015, Topan Pam menerjang seluruh pulau hingga menyebabkan kerusakan parah. Sebanyak 75.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Namun usai bencana, penduduknya dengan cepat membangun kembali desa-desa mereka.

"Kami maju terus, kami melanjutkan hidup, dan inilah kami," kata seorang warga Dorothy Hamish.

BBC Indonesia


icon featured

Popular

icon featured

Comments