youtube channel

Channels

Potret Warisan Leluhur Rumah Pohon Suku Korowai Papua Karya Marc Weiglein

Potret Warisan Leluhur Rumah Pohon Suku Korowai Papua Karya Marc Weiglein

Kehidupan suku Korowai di Rumah Pohon ( Foto : Ig @marcweiglein )

Negeri nusantara mempunyai daya tarik tersendiri baik alam dan budayanya yang mempesona. Marc Weiglein memotret keunikan rumah pohon suku Korowai di Papua Indonesia.

antvklik.com - Indonesia mempunyai kekayaan alam yang indah dan mempesona serta beragam budaya terbentang dari Sabang sampai Merauke. Pesona nusantara mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satunya budaya rumah pohon suku Korowai di Papua Barat. Suku tersebut memiliki rumah pohon dengan ketinggian rumahnya 50 meter dan hingga kini masih diletarikan secara turun temurun sebagai warisan leluhur nenek moyang mereka.

Rumah Pohon Korowai tetap nyaman dan aman walaupun di ketinggian 40 meter dari permukaan ( Foto : Ig @marcweiglein )

Marc Weiglein sebagai pemandu wisata di Papua Explorer, penulis dan fotografer yang menghasilkan beberapa foto yang alami, tentang kehidupan Suku Korowai di pedalaman Papua Barat. Melalui unggahan @marcweiglein di Instagramnya (19/6),dengan memotret keunikan rumah pohon suku Korowai Papua selama 10 tahun terakhir.

Suku Korowai adalah suku yang baru ditemukan keberadaannya sekitar 30 tahun yang lalu di pedalaman Papua, Indonesia dan berpopulasi sekitar 3000 orang. Suku terasing ini hidup di rumah yang dibangun di atas pohon yang disebut rumah tinggi Beberapa rumah mereka mencapai ketinggian antara 30 sampai 50 meter dari permukaan tanah.

“Korowai adalah raja rumah pohon. Sampai hari ini nomaden hutan membangun rumah mereka hingga 40 meter. Bangunan dilakukan tanpa perhitungan, tanpa gambar, tanpa alat modern. Segala yang dibutuhkan, Korowai temukan di hutan mereka. Log, kulit kayu, rotang ... tidak ada paku, tidak ada palu”,tulis Marc diakun Instagramnya @marcweiglein

Rumah pohon atau rumah tinggi bagi suku Korowai merupakan warisan dari para leluhur yang diteruskan secara turun temurun dan dilaksanakan sampai sekarang. Mereka membangun rumah tersebut agar terhindar dari gangguan dari roh jahat dan binatang buas.

suku Korowai tetap menjaga tradisi rumah pohon ( Foto: Ig @marcweiglein )

“Rumah-rumah ini melayani beberapa tujuan: untuk satu, pria muda dapat menunjukkan kejantanan mereka dengan membangun rumah pohon yang berbahaya. Selain itu, rumah-rumah pohon melindungi dari ular dan juga dari nyamuk (saya tidak dapat mengkonfirmasi yang terakhir). Tetapi di atas semua itu, rumah-rumah pohon melindungi dari hantu almarhum, yang berkeliaran di hutan di malam hari,”ucap Marc

Rumah pohon terbuat dari bahan bahan alami yang terdapat di alam pedalaman Papua. Dari memanfaatkan kulit pohon sagu dan daun daun hutan sebagai dinding atapnya, kerangkanya terbuat dari batang batangnya kecil, sedangkan lantai dasarnya menggunakan cabang pohon.Dan untuk pembentukan rumah disambung satu sama lain dengan menggunakan tali yang terbuat dari akar yang kuat.

“Apa pun alasannya, rumah pohon ini adalah karya seni yang tak tertandingi di mana pun di dunia. Dan perlahan tapi pasti pengetahuan tentang bagaimana membangun rumah-rumah ini menghilang. Ada semakin sedikit pria yang tahu bagaimana melakukannya. Saya sangat berharap bahwa rumah-rumah ini akan dibangun untuk beberapa waktu ke depan. Ingat, rumah-rumah ini terbuat dari bahan organik. Sebuah rumah hanya bertahan 5-7 tahun dan tidak ada "pemeliharaan". Setelah seni mati, itu hilang selamanya”,tutur Marc.

Berikut foto rumah pohon Suku Korowai, sebelumnya, yang diambil selama 10 tahun terakhir.

“Tunjukkan sedikit cinta pada bangunan-bangunan besar ini dari sudut kecil dunia besar kita”,pungkas Marc cinta akan alam dan budaya Indonesia.

Bahan baku pembuatab memanfaatkan alam sekitar ( Foto : Ig @marcweiglein )


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments