youtube channel

Channels

Perang Islam VS Kristen Selama 770 Tahun, Terlama dalam Sejarah Manusia

Perang Islam VS Kristen Selama 770 Tahun, Terlama dalam Sejarah Manusia

Ilustrasi Perang Reconquista (Foto: Pinterest)

Tahukah anda bahwa perang terlama dalam sejarah manusia yang berlansung selama 770 tahun itu, adalah perang antara pasukan Muslim melawan tentara Kristen?

antvklik.com - Umat manusia sudah ada di Bumi ini sejak beribu-ribu tahun lamanya. Selama itu pula manusia mengalami banyak peristiwa yang telah mengubah peradaban umat manusia. Sepanjang sejarah, sudah banyak sekali konflik atau perang besar yang terjadi.

Perang seolah menjadi tak terhindarkan dari peradaban manusia sejak zaman pra-sejarah hingga zaman modern seperti sekarang ini. Beberapa pertempuran kecil berlangsung dalam waktu pendek, namun tak sedikit pula yang berlansung lama, bahkan dalam rentang waktu ratusan tahun.

Perang terlama dalam sejarah manusia adalah Perang Reconquista. Reconquista atau penaklukan kembali merupakan suatu periode dalam sejarah Semenanjung Iberia, yang meliputi rentang waktu sekitar 770 tahun. Dapat dikatakan bahwa ini adalah peperangan antara pasukan Muslim melawan tentara Kristen paling lama dalam sejarah.

Peperangan bermula dari penyerangan daerah Hispania yang dikuasai oleh orang-orang Kristen Visigoth sampai dengan Semenanjung Iberia pada tahun 710-an. Penaklukan dilakukan oleh pasukan kekhalifahan Umayyah pada masa pemerintahan Khalifah Al-Walid I di Damaskus, dan dipimpin oleh Jenderal Tariq bi Ziyad.

Perang berakhir setelah jatuhnya Granada, negara Islam terakhir di peninsula tersebut di tahun 1942. Pertempuran yang terjadi selama ratusan tahun tersebut, akhirnya disudahi dengan digelarnya Perjanjian Granada pada tanggal 25 November 1491.

Dalam perjanjian tersebut Bangsa Moor menyerahkan kota-kota di selatan Granada ke monarki Katolik Spanyol dan orang-orang Katolik memberikan jaminan kepada kelompok Muslim untuk kehidupan yang adil termasuk toleransi dalam beragama.

Sayangnya, kebijakan Katolik tersebut disalahgunakan, dan warga Muslim malah dipaksa untuk memeluk agama Katolik atau diusir dari tempat tersebut. Hal ini memicu terjadinya pemberontakan pada tahun 1500. Pihak Katolik menjadikan pemberontakan itu sebagai alasan bahwa kaum Muslim telah melanggar perjanjian, dan kemudian mencabut perjanjian yang telah dibuat sebelumnya.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments