youtube channel

Channels

Misteri Fenomena Geologis

Misteri Fenomena Geologis

Foto: WallpaperBetter

Bumi belum semua dieksplorasi manusia. Alamnya yang menakjubkan belum banyak diungkap. Namun beberapa telah membuat manusia tercengang. Ada berjuta struktur geologis yang memesona. Ada yang bisa dijelaskan. Ada pula yang masih menjadi misteri sampai sekarang.

antvklik.com - Saat alam berbenah diri, manusia menyebutnya murka. Saat alam mematut dirinya, manusia menyebutnya musim semi. Tak hanya manusia, alam pun bersolek. Ibu Bumi mempercantik dirinya. Manusia menyebutnya keajaiban alam. Saat Ibu Bumi enggan bercerita mengapa Ia bersolek, hati manusia bergetar.

Berikut ini ada beberapa keajaiban alam yang membuat hati manusia bergetar:

Great Blue Hole

Sebentuk lubang besar berwarna sangat biru ini berada di pusat karang Lighthouse, lepas pantai Belize, Karibia, Amerika Tengah. Lubang ini runtuhan bawah air ini berjarak 70 kilometer dari daratan. Lubang melingkar ini lebih dari 305 meter panjangnya. Kedalamannya mencapai 124 meter.

Misteri Fenomena Geologis Grat Blue Hole salah satu cagar dunia yang ditetapkan UNESCO. Foto: Kurt Amsler/Ardea/Caters

Great Blue Hole terbentuk ratusan ribu tahun silam. Karena berdasar analisis umur stalaktitnya menunjukan fase umur yang berbeda-beda. Mulai dari 153.000, 66.000, 60.000, dan 15.000 tahun yang lalu.

Great Blue Hole adalah bagian dari Sistem Cagar Karang Penghalang Belize. Sekaligus sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Misteri Fenomena Geologis Foto: Jebiga.com

Situs ini dipopulerkan oleh Jacques Cousteau. Disebut-sebut sebagai salah satu dari lima situs selam terbaik dunia. 1971 Jacques Cousteau pernah membawa the Calypso, kapal penelitiannya untuk mengukur kedalaman Great Blue Hole.

Mata Sahara

Mata Sahara ada di Mauritania, Afrika Barat. Dinamai Mata Sahara karena memang letaknya di gurun Sahara dan strukturnya seperti mata jika diamati dari angkasa.

Misteri Fenomena Geologis Foto: Pinterest

Penyebab bentuk struktur ini masih misteri hingga kini. Mulanya, para ahli geologi menduga Mata Sahara terbentuk akibat hantaman asteroid. Namun perkiraan itu gugur. Tidak ada batuan yang meleleh di sekelilingnya.

Misteri Fenomena Geologis Mata Sahara, The Eye of Sahara disebut juga Richat Structure. Foto: Twitter/Rick Mastracchio

Mata Sahara mulai ditemukan ketika NASA menggelar misi perjalanan ke luar angkasa Gemini IV pada tahun 1965. NASA mengunggah potret Mata Sahara di situs resminya pada tahun 2018.

Danau Hillier

Airnya jernih berwarna pink. Lokasinya di Middle Island, negara bagian Australia Barat. Inilah Danau Hillier. Fenomena geologis ini pertama kali didokumentasikan oleh penjelajah Inggris bernama Matthew Flinders pada 15 Januari 1802.

Danau Hillier membentang panjang 600 meter dan lebarnya 250 meter.

Misteri Fenomena Geologis Foto: Trip and Travel

Jika Anda menganggap ini akibat alga merah, Anda salah!

Ada danau pink lain, yaitu danau Retba di Senegal. Warna airnya disebabkan bakteri merah muda Salinibacter ruber atau alga merah muda Dunaliela salina. Jika terpapar sinar matahari barulah alga mengubah warna danau menjadi pink.

Namun Danau Hillier, airnya selalu berwarna pink setiap waktu. Tidak berubah! Lebih unik lagi meski warna airnya tak biasa, namun danau ini aman digunakan sebagai tempat mandi dan berenang. Air danaunya jernih, tak memiliki organisme makro, dan aman bagi kulit manusia.

Lingkaran Peri

Lingkaran Peri atau Fairy Circles ini adalah fenomena geologis menakjubkan di Gurun Namibia, Afrika bagian selatan. Struktur geologisnya memperlihatkan sebidang tanah yang berbentuk lingkaran yang di sekelilingnya ditumbuhi rumput.

Pola dengan diameter lingkaran mulai 3 meter ke atas ini ada di gurun Namibia dengan bentangan 1.500 km.

Misteri Fenomena Geologis Foto: BBC

Lingkaran Peri ini ditemukan pertama kali sekira tahun 1970-an. Ada mitos yang menyebut bahwa struktur ini adalah jejak kaki para dewa, peri, atau roh.

Misteri Fenomena Geologis Foto: Times of India Travel

Sedangkan para ilmuwan berteori ini dampak persaingan tanaman dalam mendapatkan air. Namun tetap saja tidak ada jawaban pasti pada fenomena geologis ini. Misterius!

Perbukitan Cokelat (Chocolate Hills)

Ada kurang lebih 1.268 bukit. Luasnya mencapai 50 kilometer persegi, terletak di Provinsi Bohol, Filipina. Bukit kapur yang diselimuti rumput ini ukurannya bermacam-macam, mulai dari berdiameter 30 hingga 50 meter, sedangkan tingginya mencapai 120 meter.

Misteri Fenomena Geologis Panorama Bukit Cokelat, Filipina. (Foto: Flickr/Kenneth davon coles)

Secara geologis, bukit kapur terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Gundukan itu melebur karena hujan, air permukaan dan erosi dari sungai. Ditambah lagi proses tektonik yang akhirnya membentuk perbukitan.

Misteri Fenomena Geologis Wisatawan Menikmati Bukit Cokelat di Filipina. (Foto: Flickr/Sunyawit Senthapokin)

Chocolate Hills pernah diusulkan untuk menjadi salah satu warisan dunia oleh UNESCO namun dibatalkan. (*)


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments