youtube channel

Channels

Mengapa Indonesia? Mengapa Bukan Sunda?

Mengapa Indonesia? Mengapa Bukan Sunda?

Mengapa Indonesia? Mengapa Bukan Sunda?

Hari ini 61 tahun silam Sunda Kecil resmi dimekarkan jadi tiga provinsi: Bali (14 Agustus 1958), Nusa Tenggara Barat (17 Desember 1958) dan Nusa Tenggara Timur (20 Desember 1958).

antvklik.com - - Dahulu, dalam pelajaran ilmu bumi ada wilayah yang dinamai Sunda Besar dan Sunda Kecil. Sunda Besar meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, sedangkan Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Gabungan dari keduanya di zaman dahulu dinamakan Kepulauan Sunda.

Mengapa Sunda?

Menurut penelitian sejarah, kata Sunda sudah dipakai pakar ilmu bumi Ptolemeus pada tahun 150 mengacu pada tiga pulau besar yang terletak di timur India.

Kata Sunda ini berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna “bersinar, terang, putih”. Istilah inilah yang kemudian dipakai secara luas oleh pakar ilmu bumi dan kartografer (pembuat atlas) Eropa untuk merujuk pada kawasan yang pada zaman sekarang ini merupakan wilayah kedaulatan Indonesia. Sudah barang tentu tak persis sekali, misalnya Molucca (Maluku) dan Papua tidak termasuk di dalamnya dan dianggap sebagai entitas tersendiri.

Pada atlas yang dibuat oleh Giacomo de Rossi pada tahun 1683, kawasan nusantara ini disebut dengan ’Isole della Sonda’ (Kepulauan Sunda). Ada juga peta kuno yang terbuat dari perunggu yang digrafir tahun 1719 buatan Jerman yang dinamakan ’Die Inseln von Sonte’.

Mengapa Indonesia? Mengapa Bukan Sunda? Peta ‘Isole Della Sonda’, Giacomo de Rossi, 1683

Bahkan ’penduduk Indonesia’ pada tahun 1719 dinamai ’Habitans des Isles dela Sonde’ (Penduduk Kepulauan Sunda).

Mengapa Indonesia? Mengapa Bukan Sunda? Lukisan ‘Habitans des Isles dela Sonde’, Mallet, Allain Manesson, 1719

Selama masa penjajahan Belanda, wilayah negara kita dinamakan dengan ’Nederlands Indie’ (Hindia Belanda) namun tercatat pada tahun 1850 seorang antropolog Inggris bernama J.R. Logan memberi nama tanah air kita dengan Indonesia.

Mengapa Indonesia?

Nama Indonesia pertama diperkenalkan oleh George Samuel Windsor Earl, seorang pengamat sosial dari Inggris pada tahun 1850. Indonesia dipilih untuk memberi nama istilah etnografis (bukan politik) merujuk pada cabang ras polinesia yang menghuni kepulauan Hindia.

Dia menyebutnya "Indu-nesians" yang sebenarnya langsung dibuangnya karena baginya terlalu umum dan menggantinya dengan istilah yang dianggapnya lebih khusus yaitu "Melayunesians". Seorang koleganya, bernama James Logan tidak mengindahkan keputusan Earl dan merasa bahwa "Indonesia" lebih tepat untuk menggambarkan kesatuan geografis (bukan etnografis dan politik).

Tahun 1987 seorang antropolog asal perancis bernama E.T. Hamy juga mengikuti Logan menggunakan kata Indonesia untuk menjabarkan kelompok-kelompok ras prasejarah dan pramelayu tertentu di kepulauan itu.

Demikian pula Adolf Bastian, ahli etnografi asal Jerman juga mengikuti Logan menggunakan "Indonesia" dalam 5 jilid karyanya antara 1884-1894.

Nama Indonesia makin gencar digunakan. Bahkan dalam jilid kedua ensiklopedi Hindia-Belanda karya Kern dituli: "dalam pengertian geografis, wilayah ras melayu adalah ranah kepulauan, yang terbagi menjadi Indonesia, New Guinea, Melanesia, Polinesia, Mikronesia, Filipina, Selandia Baru dan Madagaskar, juga semenanjung Melaka dan pedalaman Formosa".

Sumber:
1. Gustaaf Kusno | Kompasiana 18 Mei 2012
2. The Idea of Indonesia, R.E. Olson, Serambi 2009 (D Wuala Tanggopu)
3. Peta ‘Isole Della Sonda’, Giacomo de Rossi, 1683
4. Lukisan ‘Habitans des Isles dela Sonde’, Mallet, Allain Manesson, 1719

Catatan:
Wilayah Bali, NTB dan NTT sebelumnya tergabung dalam Provinsi Sunda Kecil berdasarkan PP No. 21/1950 (Lembaran Negara Tahun 1950 No. 59) yang kemudian berubah menjadi Nusa Tenggara berdasarkan UU Darurat No. 99/1954 yang kemudian ditetapkan dengan UU tanggal 6 Februari 1958.

Berdasarkan UU No. 64/1958, Provinsi Nusa Tenggara dibagi dalam tiga daerah Swatantra Tingkat I. Tiga daerah ini adalah Daerah Swatantra Tingkat I Bali, Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat dan Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur.


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments