youtube channel

Channels

Ilmuwan Kanada Temukan "Obat Patah Hati" Saat Mengingat Mantan

Ilmuwan Kanada Temukan "Obat Patah Hati" Saat Mengingat Mantan

Ilmuwan Kanada Alain Brunet temukan "obat patah hati" saat mengingat mantan (Foto: BBC Indonesia)

Penemuan ilmuwan asal Kanada ini akan membuat lega orang-orang yang baru diputus pacar. Ia menemukan "obat patah hati" saat mengingat mantan.

antvklik.com - Seorang ilmuwan asal Montreal, Kanada bernama Alain Brunet mengaku telah menemukan cara untuk mengurangi sengatan emosi akibat putus hubungan. Caranya adalah dengan "menyunting" ingatan lewat terapi dan pil pengatur ritme jantung.

Brunet telah menghabiskan 15 tahun mempelajari gangguan stres pasca trauma (PTSD) dan menangani veteran perang serta korban serangan teror dan kriminalitas.

Risetnya berpusat pada "terapi rekonsolidasi", sebuah pendekatan inovatif yang bisa membantu menghilangan rasa sakit emosional dari ingatan yang traumatis.

Intisari terapinya adalah obat bernama propranolol, sebuah pil pengatur ritme jantung yang dipakai untuk merawat sakit fisik seperti darah tinggi dan migrain.

Dalam terapi rekonsolidasi, pasien diminta minum propanolol satu jam sebelum terapi dan menuliskan secara rinci hal-hal yang membuat mereka trauma.

"Kadang ketika kita mengingat-ingat, ada sesuatu yang baru yang dipelajari. Ingatan ini bisa dibuka kuncinya, diperbaharui, lalu dikunci lagi," kata Brunet.

Proses rekonsolidasi ini menciptakan peluang untuk mengarah pada bagian ingatan yang sangat emosional.

"Pada dasarnya kami menggunakan pengetahuan dari neurosains dalam merawat pasien," katanya.

Menekan Sakit Hati

Risetnya ini dibandingkan dengan film fiksi ilmiah "Eternal Sunshine of a Spotless Mind", ketika sepasang kekasih menghapus ingatan masing-masing.

Meski demikian Brunet menegaskan, kenangan tidak akan hilang sesudah terapi rekonsolidasi. Hanya saja kenangan itu tidak akan lagi terasa menyakitkan.

Ingatan, dalam pengertian sebagai fakta yang netral disimpan di bagian otak bernama hippocampus. Namun sisi emosional dari ingatan tersimpan di amygdala.

"Bayangkan seperti syuting film dengan cara kuno, kita punya gambar dan suara dalam jalur yang terpisah. Ketika seseorang mengenang ingatan yang traumatis, ia menjalani kedua jalur ini," ujarnya

Menurut Brunet, propanolol mengarah pada satu jalur, yaitu jalur emosional, menghalangi rekonsolidasi dengan jalur satunya lagi sehingga bisa menekan rasa sakit akibat kenangan itu.

Ingatan yang dipanggil melalui jalur pengobatan ini kemudian "disimpan" lagi oleh otak dalam bentuk baru yang tidak terlalu emosional.

Riset Brunet memperlihatkan 70 persen pasiennya lega setelah menjalani beberapa sesi terapi rekonsolidasi.

Brunet juga bekerja sama dengan para peneliti PTSD lain, termasuk ahli dari Universitas Harvard, Roger Pitman.

Bikin Penderita Patah Hati Lega

Baru-baru ini, Brunet menjalankan program terapi di Perancis seiring serangan teror di Paris dan Nice. Di sana ia melatih 200 dokter menjalankan terapi guna membantu korban, saksi dan orang-orang yang pertama kali merespon kejadian.

Sejauh ini, sudah 400 orang yang menjalani terapinya dan sukses. Setelah berhasil dengan pasien PTSD, Brunet kemudian ingin menerapkan metode ini untuk perawatan lain.

Pada 2015 bersama bekas mahasiswanya, Michelle Lonergan, di Universitas McGill, Montreal, Brunet mengalihkan perhatian ke orang yang patah hati akibat "pengkhianatan cinta".

"Coba lihat kisah tragedi Yunani. Pada dasarnya itu adalah pengkhianatan. Pengkhianatan adalah intisari kehidupan manusia," katanya.

Putus cinta yang buruk juga bisa sangat menyakitkan, dan orang bisa merasakan reaksi emosional serupa dengan para penyintas trauma.

Pasien yang direkrut untuk penelitian ini adalah yang kasusnya berat, umumnya berupa perselingkuhan.

Beberapa pasien mengaku tiba-tiba diabaikan sesudah berhubungan lama dengan pasangan yang dianggap cinta sejati.

Menurut Brunet, mereka sulit untuk menerima kenyataan itu dan tak bisa membuka lembaran hidup baru. Ternyata, banyak penderita patah hati yang lega setelah menjalani terapi yang digelar Brunet dan Lonergan ini..

Sesudah lima sesi, ketika membaca keras-keras ingatan mereka tentang pengkhianatan pasangannya, para pasien merasa "seperti sedang membaca novel yang ditulis oleh orang lain.

"Perawatan ini memperkirakan ingatan yang bekerja normal, bagaimana kita pelan-pelan melupakan dan membuka halaman baru," kata Brunet

Kini, laboratoriumnya di Montreal telah merekrut 60 orang yang jadi korban perselingkuhan atau bentuk pengkhianatan lain untuk studi terapi rekonsolidasi baru.

Brunet berharap, terapi rekonsolidasi bisa dikembangkan lebih jauh untuk mengobati fobia dan rasa duka yang kompleks.

BBC Indonesia

Baca Juga :


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments