youtube channel

Channels

Hijrah Pertama Kaum Muslim ke Kerajaan Kristen! Apa Kata Nabi Muhammad SAW?

Hijrah Pertama Kaum Muslim ke Kerajaan Kristen! Apa Kata Nabi Muhammad SAW?

Penduduk Ethiopia. (Foto: Swiatoslaw Wojtkowiak/Flickr)

Sekitar tahun 613-an Masehi. Nabi Muhammad SAW mulai berdakwah terang-terangan. Kaum Quraisy murka. Para pengikut Nabi Muhammad SAW ditindas. Mereka terpaksa mengungsi. Hijrah jauh ke luar Mekah. Inilah “Hijrah Pertama” kaum muslim. Menyeberang Laut Merah. Tinggal belasan tahun di Kerajaan Kristen. Apa kata Nabi Muhammad SAW?

antvklik.com - Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah terbuka di Mekah. Banyak orang Quraisy menjadi muslim. Banyak pula orang Quraisy yang murka. Situasi di Mekah makin memanas. Penindasan dan penganiayaan mendera umat muslim di sana. Nabi Muhammad SAW gusar namun tak berdiam diri. Nabi Muhammad SAW menyarankan mereka mencari perlindungan di Abisinia (W. Montgomery Watt (1980). Muhammad at Mecca. Oxford University Press, hal. 110-111).

Ini yang menarik! Mengapa justru Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya mencari perlindungan di negeri orang Kristen?

Dikisahkan dalam Sirah Ibnu Ishaq (Sīratu Rasūlillāh terjemahan Alfred Guillaume (2004), Oxford University Press, hal. 146):

Ketika Rasulullah saw melihat penderitaan para sahabat, [...] dia berkata kepada mereka: "Jika kamu pergi ke Abisinia (akan lebih baik bagimu) karena penguasa di sana tidak akan mentolerir ketidakadilan dan itu adalah negeri yang bersahabat, hingga waktunya Allah membebaskan kalian dari kesulitan yang kalian hadapi sekarang." Setelah itu (sebagian) para sahabat pergi ke Abisinia karena takut akan menjadi murtad (akibat penindasan yang dihadapi) dan berpaling dari Tuhan, […]. Ini adalah hijrah pertama dalam Islam.

Nabi memerintahkan mereka hijrah ke negeri yang bersahabat! Abisinia! Nabi Muhammad SAW sangat realistis. Harus ada kepastian perlindungan untuk para sahabat dan orang-orang penting dalam lingkaran kehidupannya. Dari siapa? Dari penguasa yang tidak akan mentolerir ketidakadilan.

Kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW jelas tidak diragukan. Nabi Muhammad SAW yakin hanya kerajaan kristen di Abisinia itulah yang mau menerima umatnya. Mekah sudah dikepung kaum Quraisy. Tidak ada pilihan lain.

Abisinia (Arab: al Habasyah) kala itu adalah wilayah Kerajaan Aksum yang beragama Kristen. Wilayahnya meliputi (sekarang) Etiopia dan Eritrea (E. A. Wallis Budge (Aug 1, 2014). A History of Ethiopia: Volume I: Nubia and Abyssinia. Routledge, hal. 7). Raja Abisinia kala itu adalah Ashamad bin Al-Abjar.

Muhajirin belasan tahun menetap di Abisinia. Sebagian kembali ke Mekah dan sebagian lain menetap hingga tahun 628 M turut pindah ke Madinah (William Montgomery Watt (1961). Muhammad: Prophet and Statesman. Oxford University Press, hal. 66).

Hijrah Pertama Kaum Muslim ke Kerajaan Kristen! Apa Kata Nabi SAW? Peta Hijrah Pertama para sahabat Nabi SAW ke Ethiopia. (Foto: Madain Project)

Peristiwa hijrah ke Abisinia terjadi dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama pada bulan April 615 Masehi. Mereka yang hijrah terdiri atas 11 laki-laki dan 4 perempuan dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib.

Dari Mekah, mereka menuju tepian Laut Merah, tepatnya Pelabuhan Shuaibah. Dari sinilah mereka berperahu menyeberang ke Abisinia (Ethiopia).

Setibanya di Abisinia (Ethiopia) mereka disambut dengan penuh keramahan. Inilah kali pertama ajaran Islam tiba di Afrika. Raja Ethopia lalu menempatkan mereka di Negash yang terletak di sebelah utara Provinsi Tigray. Wilayah itu lalu menjadi pusat penyebaran Islam di Ethiopia yang masuk dalam bagian Afrika Timur.

Siapa sajakah Muhajirin Pertama ini?

Sa'ad bin Abi Waqqas. Dia berasal dari klan Bani Zuhrah, suku Quraisy. Saat berumur 20 tahun diajak Abu Bakar menemui Nabi Muhammad SAW di sebuah perbukitan dekat Mekah. Pertemuan itu mengesankan Sa'ad dan kemudian menjadi salah satu sahabat yang pertama masuk Islam.

Saat tengah salat, sekelompok kaum Quraisy melontarkan lelucon kasar. Sa'ad bin Abi Waqqas kesal, lalu memukul salah satu orang Quraisy menggunakan tulang unta hingga terluka. Inilah “Darah Pertama” yang tumpah akibat konflik antara umat Islam dengan orang Quraisy kafir. Konflik kemudian semakin hebat. Sepuluh tahun kemudian, umat Islam terpaksa melakukan perlawanan. Perang! Sa'ad bin Abi Waqqas menjadi salah satu tonggak utama di barisan pejuang Islam.

Ja'far bin Abi Talib. Dia adalah sepupu Nabi Muhammad SAW (Ja’far adalah putera Abu Thalib) dan juga kakak dari Khalifah ke-4 Ali bin Abi Thalib. Melalui Ja'far raja negeri Abisinia (Al Habasyah An-Najasyi) yaitu Ashamad bin Al-Abjar masuk Islam setelah menerima surat dari Nabi Muhammad SAW. Surat ini dikirim melalui Amr bin Ummayyah Adh-Dhamary.

Ja'far bin Abi Thalib kembali pulang ke Mekah bersama Abu Musa Al-Asyary sewaktu penaklukan Khaibar. Pada tahun 629 Masehi, Ja'far bin Abi Thalib ikut perang Mu'tah dan gugur. Perang ini merupakan “Perang Pertama” umat Islam dengan pasukan Romawi.

Utsman bin Affan. Pernikahannya berturut-turut dengan dua putri Nabi Muhammad SAW (Ruqayyah binti Muhammad dan Ummu Kultsum binti Muhammad) membuatnya dijuluki Dzun Nurrain, pemilik dua cahaya. Utsman bin Affan adalah Khalifah ke-3 yang berkuasa pada tahun 644 - 656 Masehi. Khulafaur Rasyidin dengan masa kekuasaan paling lama. Utsman adalah khalifah tertua saat berkuasa. Utsman menggantikan Umar bin Khatab sebagai khalifah pada saat usianya 65 tahun. Utsman lahir di Ta'if. Ia adalah salah satu dari 22 orang Mekah yang tahu cara menulis.

Ruqayyah binti Muhammad. Ia adalah istri Utsman bin Affan. Ruqayyah adalah putri Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah binti Khuwailid. Ruqayyah wafat ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup. Ruqayyah wafat pada usia 21 tahun. Tepatnya pada bulan Ramadhan tahun 2 H/Maret 624 Masehi. Rugayyah wafat karena sakit. Utsman bin Affan menemaninya di Madinah, tidak ikut dalam Pertempuran Badar atas perintah Nabi Muhammad SAW. Dua tahun setelah Rugayyah wafat, Utsman bin Affan menikahi Ummu Kultsum binti Muhammad.

Abu Hudzaifah bin Utbah. Sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia adalah anak Utbah bin Rabi'ah, salah satu pemimpin Quraisy. Ikut hijrah ke al Habasyah dan juga hijrah ke Madinah. Ia ikut dalam Pertempuran Badar. Mati syahid dalam Pertempuran Yamamah pada tahun 12 H di usia 54 tahun.

Sahlah binti Suhail - istri Abu Hudzaifah bin Utbah.

Zubair bin Al-‘Awwam. Sahabat dan juga putra bibi Nabi Muhammad SAW. Termasuk salah seorang dari 10 orang yang pertama masuk Islam. Dia adalah suami Asma' binti Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Mush'ab bin Umair. Keturunan bangsawan dari suku Quraisy. Ibu Mush'ab bernama Khunas binti Malik, wanita yang disegani dan ditakuti. Diriwayatkan Mush'ab sangat takut pada ibunya ketika memeluk Islam. Ia adalah salah satu sahabat yang pertama dalam memeluk Islam. Mus'ab diutus Nabi Muhammad SAW menyebarkan dan mengajarkan agama Islam di Madinah. Mus'ab mati syahid di Pertempuran Uhud.

Abdurrahman bin Auf. Ia adalah pemeluk Islam ketujuh. Dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Abdurrahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah. Sepupu Sa'ad bin Abi Waqqas. Abdurrahman ini juga suami saudari tiri Utsman bin Affan (anak perempuan Urwa bint Kariz (ibu Utsman) dengan suami keduanya).

Abdullah bin Abdul-Asad al-Makhzumi. Terkenal dengan nama Abu Salamah. Ia mati syahid dalam perang Uhud. Abu Salamah juga disusui oleh Thaubiyah, yang juga pernah menyusui Nabi Muhammad SAW. Ia bersama istrinya Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayah adalah sahabat yang awal memeluk agama Islam.

Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayah. Istri Abdullah bin Abdul-Asad al-Makhzumi. Setelah meninggalnya Abdullah bin Abdul-Asad, dan selesai masa Iddah selama 4 bulan 10 hari, Abu Bakar dan Umar bin Khattab mencoba melamarnya, namun ditolak. Nabi Muhammad SAW juga turut melamarnya dan diterima. Ummu Salamah Hindun menikah dengan Nabi Muhammad SAW saat usia Ummu Salamah 29 tahun.

Utsman bin Mazh'un. Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Termasuk cendekiawan Arab. Salah satu yang pertama masuk Islam. Turut dalam Perang Badar dan wafat sekembalinya dari perang ini. Sepeninggal Utsman bin Mazh’un, Nabi Muhammad SAW menciumnya sambil menangis. Utsman inilah sahabat pertama yang meninggal di Madinah. Utsman adalah saudara Zainab bin Maz'un, istri Umar bin Khattab.

Utsman bin Mazh’un adalah “Muhajirin Pertama” yang wafat. Ia juga Muhajirin Pertama yang dimakamkan di Jannatul Baqi (al-Baqi). Al-Baqi adalah pemakaman utama yang terletak di Madinah. Nabi Muhammad SAW juga dimakamkan di sini. Berseberangan dengan Masjid Nabawi. Orang pertama yang dimakamkan di al-Baqi adalah As'ad bin Zararah, sahabat yang meninggal tak lama setelah Nabi hijrah ke Madinah. Jannatul Baqi berarti Taman Surga.

Amir bin Rabiah. Termasuk orang yang pertama memeluk Islam. Turur hijrah ke Abisinia dan Madinah. Ia juga mengikuti Perang Badar dan berbagai perang berikutnya. Utsman bin Affan mengangkatnya memegang tampuk pemerintahan sewaktu Utsman menunaikan ibadah haji. Amir bin Rabiah meninggal tahun 35 H beberapa hari setelah Utsman. meninggal dunia.

Layla binti Abi Asmah - istri Amir bin Rabiah.

Abdullah ibn Jahsh.

Jahsy ibn Riab. Mertua Nabi Muhammad SAW. Ayah Zainab binti Jahsy. Nabi Muhammad SAW menikahi Zainab dengan mahar 400 dirham. Mereka berdua dinikahkan oleh Abu Ahmad bin Jahsy, saudara Zainab. Sebelumnya Zainab adalah istri Zaid bin Haritsah mantan budak Nabi Muhammad SAW (QS-Al Azab: 37)

Jahsy ibn Riab adalah ayahanda Abdullah bin Jahsy, kepala pasukan yang dilantik Nabi Muhammad SAW dalam perang Uhud melawan kaum quraisy.

Sumber & Catatan:

  1. Muhammad bin Ishaq bin Yasar, Ibnu Ishaq adalah sejarawan muslim pertama. Lahir pada 85 H (704 M) dan meninggal pada 151 H (768 M). Ia yang pertama kali menulis Sirah Rasulullah, yang merupakan biografi Rasulullah pertama yang paling komprehensif.
  2. Muhammad at Mecca. W. Montgomery Watt (1980). Oxford University Press, hal. 110-111.
  3. Sīratu Rasūlillāh terjemahan Alfred Guillaume (2004), Oxford University Press, hal. 146.
  4. A. Wallis Budge (Aug 1, 2014). A History of Ethiopia: Volume I: Nubia and Abyssinia. Routledge, hal. 7.
  5. William Montgomery Watt (1961). Muhammad: Prophet and Statesman. Oxford University Press, hal. 66.
  6. Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam. Terjemahan Ikhlas Hikmatiar, Qisthi Press, 2019.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments