youtube channel

Channels

Heboh Ribuan Gagak Serang Wuhan, Ini Mitos Si Burung Simbol Kematian

Heboh Ribuan Gagak Serang Wuhan, Ini Mitos Si Burung Simbol Kematian

Foto: Pinterest

Mitos burung gagak sebagai simbol kematian, sudah beredar di sejumlah budaya di dunia termasuk di Indonesia. Tidak hanya itu, burung ini juga kerap dianggap sebagai pertanda bencana dan nasib buruk.

antvklik.com - Netizen dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan ribuan burung gagak menyerbu Kota Wuhan, China, yang menjadi tempat virus corona terdeteksi pertama kali. Banyak netizen di China khususnya, mengaitkan fenomena tersebut dengan korban-korban virus corona yang sedang sekarat di kota itu.

Ribuan gagak itu tampak berkeliaran di Jalan Wusi Distrik Chengxi, Wuhan, dan sebagian terlihat mematuk sesuatu di bawah mereka. Hal ini memicu kekhawatiran di dunia maya, bahwa burung-burung tersebut seolah “berpesta di atas mayat orang mati”.

Dalam budaya China, gagak dianggap sebagai sebagai simbol kematian dan nasib buruk. Tak heran, rekaman video yang beredar itu cukup mengundang ketakutan.

Mitos gagak sebagai simbol kematian tidak hanya beredar di kalangan masyarakat China saja, namun juga populer di negara-negara barat serta di masyarakat Indonesia. Berikut berbagai mitos tentang burung gagak.

Burung gagak simbol kematian

Suara gagak dianggap sebagai pertanda kematian di berbagai budaya termasuk Indonesia. Banyak yang percaya bahwa jika suara gagak terdengar di tempat yang tidak lazim, maka artinya ada orang yang meninggal dunia disekitar tempat itu. Apalagi jika anda menemukan gagak hinggap di sebuah rumah sambil berkicau dengan lantang, bisa jadi ada orang yang meninggal di rumah tersebut.

Burung gagak adalah jelmaan penyihir jahat

Jika masyarakat Indonesia banyak yang percaya bahwa suara gagak adalah pertanda kematian, lain halnya dengan yang dipercayai oleh masyarakat Inggris. Masyarakat disana percaya bahwa gagak adalah hewan peliharaan favorit para penyihir. Bahkan, penyihir di zaman Inggris kuno disebut-sebut memiliki kemampuan untuk mengubah dirinya menjadi gagak hitam.

Penyihir akan mengubah dirinya menjadi gagak hitam, jika ia merasa terancam dari kejaran massa atau pemburu penyihir. Tidak hanya itu, penyihir di zaman dulu juga diyakini menggunakan gagak sebagai pembawa pesan untuk penyihir lainnya.

Burung gagak membawa firasat akan terjadinya masalah besar

Berbeda dengan di Indonesia dan Inggris, di Amerika burung gagak dianggap sebagai sebuah firasat mengenai adanya masalah besar.

Suku Indian Cherokee di Amerika, percaya bahwa kedatangan gagak hitam adalah firasat tentang adanya bencana besar. Menurut kepercayaan suku tersebut, apabila ada segerombolan gagak terbang dan singgah di wilayahnya, maka akan datang masalah besar bagi masyarakat di sekitarnya.

Burung gagak adalah perwujudan dewi kematian

Morrigan adalah seorang dewi yang dipercaya oleh orang Celtic di Eropa sebagai dewi kematian. Dalam mitologi Celtic, Morrigan digambarkan sebagai wanita cantik yang merupakan ratu dari segala hantu dan setan.

Di masa Eropa kuno, masyarakat Eropa percaya bahwa burung gagak adalah perwujudan dari Dewi Morrigan ini. Burung gagak yang muncul pada saat perang atau pemakaman, selalu dipercaya sebagai jelmaan dari Dewi Morrigan ini. Konon, tugas dari sang dewi ini adalah menjadi menjadi perantara antara dunia manusia dan dunia roh.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments