youtube channel

Channels

Hamil Tanpa ‘WiK WiK’ ala Komisioner KPAI Gagal Logika

Hamil Tanpa ‘WiK WiK’ ala Komisioner KPAI Gagal Logika

Foto: Instagram @st.hikmawatty

Gagal logika! Menyedihkan! Begitulah nasib logika Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty. Perempuan bisa hamil saat berenang di kolam yang berisi pria. Tanpa kontak seksual. Hellooowww …

antvklik.com - Iya! Perempuan bisa hamil saat berenang di kolam yang berisi pria. Hamil tidak langsung, katanya. Kata siapa? Kata Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty, siapa lagi?

Wow! Berenang doang? Iya! Gak pakai WiK WiK? Enggak! Loh, kayak ikan gitu? Crooot si betina ngeluarin telur. Lalu si jantan juga crooot ngeluarin sperma gitu? Bukan! Sperma yang berenang-renang di kolam renang berkaporit itu nyari selangkang perempuan …

"Kalau perempuannya sedang fase subur, itu bisa saja terjadi (kehamilan)," katanya. Kata siapa? Ya kata Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty itu juga. Oh, baiklah …

Logika Sitti begini, "Pertemuan yang tidak langsung, misalnya, ada sebuah mediasi di kolam renang. Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil."

Sepertinya Sitti terlalu ngefans dengan Deni Si Manusia Ikan. Sitti percaya banget Deni terlahir dari sperma laki-laki yang berenang di Danau Sunter lalu membuahi telur ikan.

Logika Kepuntir

Kalau kata Mas Bagas Pujilaksono, dosen senior Universitas Gadjah Mada bukan Universitas Gaj Ahmada, Sitti telah kepuntir logikanya. Ya, Logika Kepuntir!

Jikalau kita ikuti logika Sitti bahwa perempuan bisa hamil di kolam renang pas berenang bareng laki-laki, maka syarat-syarat logika selangkangnya sebagai berikut:


  1. Perempuan yang berenang harus cantik dan seksi.

  2. Kecantikan dan keseksian perempuan itu harus mampu membangkitkan berahi laki-laki di kolam renang.

  3. Si laki-laki harus bisa ereksi untuk kemudian ejakulasi.

  4. Perempuannya harus subur, tidak mandul.

  5. Sperma laki-lakinya sehat, kuat, tidak mandul.

  6. Air kolam renang temperaturnya adalah temperatur kamar.

Nah, pikirin tuh bagaimana caranya ejakulasi di kolam renang. Pikirin juga tuh kini sudah banyak kolam renang yang airnya hangat cenderung panas. Sperma itu mati di temperatur tubuh manusia (36 derajat Celcius). Makanya testis itu oleh pencipta manusia ditempatkan di luar tubuh laki-laki.

Nih pikirin lagi, air kolam renang sebagian besar dikasih klorin, bagaimana sperma bisa hidup? Oke kalaupun bisa hidup, berapa besar kemungkinan mampu menyusup ke celana renang perempuan? Berapa besar kemungkinan sukses nyelonong ke liang vagina perempuan?

Hamil Tanpa ‘WiK WiK’ ala Komisioner KPAI Gagal Logika Foto: rudysalam18blogspot

Sitti, ada fakta di ranjang nih, persetubuhan, kontak seksual, masuknya penis ke liang vagina langsung tidak serta merta membuat perempuan hamil loh. Lha kok ini medianya air kolam renang, tidak langsung pula.

Begini Sitti, urusan paling penting dalam hidup manusia salah satunya adalah WiK WiK alias Coitus alias kontak seksual. Itu sudah melekat pada makhluk yang namanya manusia. Tidak peduli orientasi seksualnya hetero, homo ataupun keduanya. Secara vulgar bisa dikatakan ini adalah urusan Nikmatnya Hidup.

Polemik

Sitti, masih Anda ingat polemik soal eksploitasi anak? PB. Djarum? Kita, Indonesia kehilangan salah satu kesempatan kaderisasi talenta-talenta pemain bulutangkis muda yang bermental pejuang. Kini polemik hamil di kolam renang anda lontarkan. Lalu, Anda meminta maaf. Sesederhana itukah? Ini adalah soal kemaslahatan logika pikir rakyat Indonesia loh.

Atau mungkin jangan-jangan Anda sedang mengejar gelar profesor? Lalu melontarkan teori Hamil Di Kolam Renang? Anda mungkin juga bisa bekerjasama dengan lembaga survey untuk menghitung apakah kini penjualan kondom mulai laris di kolam renang.

Sssttt … nanti akan muncul aturan baru di kolam renang umum. Gunakan Kondom sebelum berenang, kehamilan akibat berenang bukan tanggung jawab manajemen.

Pernyataan viral Sitti Hikmawatty ini punya pelajaran berharga buat para perempuan millenial yang suka kebebasan. Kalau ada yang kebablasan hamil di luar nikah, tidak perlu malu lagi. Kok begitu? Iya, kalau ada tetangga yang kepo, jawab aja sambil senyum, "Iya, saya keseringan ke kolam renang." Hahahaha … Just kidding!

Berenang dan Otak

Sejatinya, berenang bisa mengurangi rasa sedih, cemas, dan depresi secara signifikan loh. Saat berenang, tubuh mampu lepaskan endorfin yang bisa memunculkan perasaan bahagia, bahkan euforia. Hormon stres juga akan tergantikan dengan perasaan lebih rileks dan tenang. Sederhananya, berenang bisa merangsang suatu senyawa kimia di otak yang mendorong pertumbuhan sel saraf.

Nah, makanya mbok ya otak ini diajak berpikir. Berpikir bisa menjadi detoks bagi otak. Mungkin otak sudah sangat keruh akibat kebanyakan mikir urusan selangkangan. Oh iya, tahun ini topiknya kan Sperma Berenang, nah, tahun depan siap-siap topiknya Sperma Terbang!

Oke, bagi para jomblowan biasakan ya Minggu pagi bangun pagi trus berenang, cari sel telur. Bagi para jomblowati yang pengin punya anak keren, ganteng dan cool, rajin-rajinlah kepoin jadwal berenangnya Mas Shahrukh Khan, Mas Keanu Reeves, atau Mas Reza Rahadian ya … (*)


icon featured

Popular

icon featured

Comments