youtube channel

Channels

Tim Dayung Indonesia Terpaksa Berlatih Di Kolam Renang Hotel Akibat Badai

Tim Dayung Indonesia Terpaksa Berlatih Di Kolam Renang Hotel Akibat Badai

Tim dayung kano dan kayak Indonesia berlatih di Hotel Camayan Beach, Subic, Filipina (Foto: Istimewa)

Tim dayung kano dan kayak Indonesia terpaksa berlatih di kolam renang Hotel Camayan Beach, Subic, Filipina, berhubung hari Selasa dan Rabu (3-4 Desember 2019) latihan ditiadakan menyusul datangnya badai (topan) Tisoy berkecepatan 60 hingga 120 kilometer per jam yang melewati Teluk Subic.

antvklik.com - Untuk menjamin keselamatan, semua atlet diminta tetap tinggal di hotel. Perahu-perahu diangkut dari tempat lomba dan diamankan di sebuah gedung bulutangkis. Jadwal lomba dayung kano, kayak, TBR (traditional boat race) dan rowing diundur hingga 6-7 Desember 2019.

Pelatih kepala Mohamad Suryadi, didampingi pelatih Dian Kurniawan dan Roinaldi, memimpin latihan para atlet Indonesia di Hotel Camayan Beach, Subic Selasa (3/12/2019) diawali lari pagi di sepanjang pantai, kemudian menyewa perahu wisata untuk berlatih di kolam renang hotel.

Latihan diikuti atlet kano Riska Andriyani (24 tahun) untuk nomor C1 200 dan 500 meter, Anwar Tarra (32) dan Yudha Firmansyah (24) nomor C2 1.000 meter, Spens Stuber Mehue (29) C1 200 meter dan C2 200 meter bersama Marjuki (28), Maizir Riyondra (27) K1 1000 meter. Tim negara lain mengikuti trik tim Indonesia, termasuk tim Myanmar, Thailand dan Cambodia.

Tim kano dan kayak Indonesia beranggotakan 6 atlet dan 6 official tiba di Bandara NAIA (Ninoy Aquino International Airport), Manila, Jumat malam (29/11/2019), kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan bus selama 8 jam menuju Teluk Subic sejauh 180 kilometer. Perjalanan benar-benar tersendat karena proyek pembangunan jalan tol layang pelabuhan Manila.

Tiba di Subic keesokan harinya, Sabtu (30/12/2019) pukul 7 pagi, tim beristirahat di hotel beberapa jam, kemudian menuju tempat lomba di pantai Malawaan Park sejauh 12 kilometer untuk melihat 4 perahu kano dan kayak yang dikirim dari Jakarta beberapa hari sebelumnya.

Namun tim tidak diizinkan turun ke air, karena Panitia belum menyiapkan tim penolong, sebagaimana prosedur standar. Keesokan harinya, Minggu (1/12/2019), Panitia kembali tidak mengijinkan latihan di air karena alasan tidak ada jaminan asuransi keselamatan.

Latihan di air, baru bisa dilakukan para atlet pada Senin 2 Desember pagi hingga siang hari. Sementar Senin malam, semua perahu diamankan di sebuah gedung bulutangkis guna menghadapi datangnya badai.

Sementara tim TBR (traditional boat race) Indonesia dijadwalkan tiba Selasa, (3/12/2019 ), namun berhubung Bandara NAIA Manila ditutup sejak pukul 11 hingga 23 waktu setempat, maka kemungkinan baru akan tiba Rabu besok.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments