youtube channel

Channels

Soal Jadwal Olimpiade Tokyo, NOC Indonesia Sejalan Dengan IOC

Soal Jadwal Olimpiade Tokyo, NOC Indonesia Sejalan Dengan IOC

Raja Sapta Oktohari, Presiden NOC Indonesia mendukung kebijakan IOC soal pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020. Foto NOC/Naive

Soal jadwal Olimpiade Tokyo 2020, NOC Indonesia sejalan dengan IOC. Indonesia punya agenda lebih besar yakni menjadi tuan rumah Olimpiade 2032

antvklik.com - Meski National Olimpyc Committee (NOC) dari beberapa negara telah meminta penundaan jadwal Olimpiade Tokyo 2020 dengan alasan keselamatan atlet di tengah wabah virus Corona atau Covid 19 melanda dunia, NOC Indonesia tetap mendukung keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) tentang pelaksanaan pesta olahraga akbar empat tahunan dunia tersebut.

"NOC Indonesia akan sejalan dengan keputusan IOC yang sudah pasti memahami tentang keselamatan atlet Olimpiade. Prinsipnya, NOC Indonesia akan mendukung apakah Olimpiade Tokyo dilaksanakan sesuai jadwal atau ada penundaan yang ditetapkan IOC," kata Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Otohari yang dihubungi, Senin (23/3/2020).

Dukungan NOC Indonesia terhadap IOC itu, kata Okto panggilan akrab Raja Sapta Oktohari, berkaitan dengan keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kita punya kepentingan lebih besar yakni ingin menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Jadi, kita harus mendukung apapun kepurtusan yang diambil IOC," tandasnya.

Lebih jauh Okto juga mengingatkan seluruh atlet pelatnas Olimpiade untuk menjaga kesehatan dan tetap menjalankan program latihan. "Saya minta seluruh atlet pelatnas Olimpiade menjaga kesehatan dan menghindari tempat-tempat keramaian. Ya, semua harus mengikuti instruksi dokter yang berada dalam pelatnas yang telah mensosialisasikan tentang bahaya dan pencegahan virus Corona," jelasnya.

Presiden IOC, Thomas Bach, berusaha membuat skenario alternatif Olimpiade 2020 Tokyo. Foto : IOC

Menyangkut pelaksanaan Olimpiade Tokyo, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan beberapa skenario sehubungan pandemi virus corona, namun pembatalan tidak termasuk di dalamnya.

Panitia penyelenggara perhelatan multicabang terbesar di dunia ini sudah berulang kali menyatakan bahwa Olimpiade ini akan dimulai pada 24 Juli seperti sudah dijadwalkan sekalipun penyebaran virus mirip flu burung itu semakin luas ke seluruh dunia sehingga berbagai event olah raga dihentikan.
Virus corona yang mulai menyebar di China akhir tahun lalu itu sudah menewaskan lebih dari 10.000 di seluruh dunia, sehingga memicu kekhawatiran bahwa Olimpiade akan ditunda atau dibatalkan.

Namun demikian Bach menyatakan IOC membuang jauh-jauh skenario pembatalan Olimpiade ini. "Pembatalan tidak masuk agenda. Kami bertekad menyukseskan Olimpiade ini," kata dia.

Sebuah gugus tugas IOC yang melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia sudah memutuskan bahwa terlalu dini memutuskan bagaimana mengelola dampak pandemi terhadap Olimpiade Tokyo.

"Kami tak tahu situasi yang akan terjadi," kata dia. "Tentu saja kami mempertimbangkan skenario-skenario lain, namun kami berbeda dengan kebanyakan organisasi olahraga atau liga profesional lain kami masih empat setengah bulan dari Olimpiade."

"Yang membuat krisis ini sangat unik dan sangat sulit diatasi adalah ketidak menentuan. Tak ada orang yang saat ini bisa mengatakan apa perkembangan mendatang, apa yang terjadi dalam satu bulan, apalagi empat bulan ke depan."

Jepang diperkirakan bakal menyambut 600 ribu pendukung dan atlet seluruh dunia dalam Olimpiade itu yang sudah menghabiskan dana sponsor miliaran dolar dan paling tidak 12 miliar dolar untuk persiapan.

Bach menyatakan keputusan akhir mengenai Olimpiade ini tidak akan diputuskan oleh kepentingan ekonomi. Namun, ia menegaskan melindungi kesehatan semua orang yang terlibat dan membendung virus ini adalah tujuan utama.

"Sebanyak 206 komite Olimpiade nasional dan federasi-federasi olahraga internasional sudah mengutarakan bahwa dunia pada situasi yang sangat sulit dan memprihatinkan ini memerlukan simbol harapan. Jadi bagi kami, karena tidak tahu berapa panjang terowongan ini, kami ingin api Olimpiade menjadi cahaya di ujung terowongan itu..."


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments