youtube channel

Channels

Cara Unik Persipura Menghibur Pengungsi Wamena

Cara Unik Persipura Menghibur Pengungsi Wamena

Kapten Persipura, Boaz Solossa bersama tiga rekannya Yustinus Pae, Yohanis Tjoe dan Ian Kabes saat menghibur anak-anak di Posko Pengungsi Balai Jalan Tanah Hitam, Papua.

Persipura adalah klub sepakbola kebanggaan Warga Papua, yang henti melahirkan talenta sepakbola di level nasional. Banyak anak-anak kecil hingga remaja, menjadikan Persipura inspirasi hidup mereka, karena berbagai prestasi yang ditorehkan “Tim Mutiara Hitam”.

antvklik.com - Hari Rabu (9/10) diwakili empat pemainnya, Boaz Solossa, Ian Louis Kabes, Yustinus Pae, dan Yohanis Tjoe, Persipura tiba-tiba mengunjungi Posko Pengungsian Sementara Wamena, di Balai Jalan, Tanah Hitam.

Kedatangan para pemain Persipura tersebut adalah untuk menghibur para pengungsi pasca kerusuhan beberapa waktu lalu. Terutama untuk menghibur anak-anak agar tidak terbelenggu trauma akibat kerusuhan tersebut.

Selain berdialog, Boaz Solossa dan rekan juga mengajak anak-anak bermain sepakbola, mengajarkan beberapa trik sepakbola. Keceriaan pun kembali muncul disela sela kegiatan tersebut. Dialog dialog lucu juga beberapa kali muncul, saat Boaz Solossa menggelar kuis berhadiah jersey untuk anak-anak.

“Siapa nama pelatih Persipura..?” tanya Yustinus Pae. Spontan ada seorang anak menjawab “Jacksen”..

“Ya sebutkan nama lengkapnya”, jawab Yustinus. Spontan sang bocah menjawab “Michael Jacksen”…Tentu saja jawaban membuat anak anak dan warga di posko pengungsian tertawa, karena jawaban yang benar adalah Jacksen F Tiago.

Suasana dan keceriaan, diunggah Persipura di aku instagramnya. Kapten Boaz berharap kehadiran mereka bisa membantu menghibur warga yang baru terguncang kerusuhan beberaoa waktu lalu.

"Dari saya mewakili teman-teman Persipura bersama Ian, Tinus, dan Tjoe, semoga kehadiran kami di sini bisa membantu mereka melupakan apa yang terjadi di Wamena dan bisa bangkit kembali," tutur Boaz.

Boaz pun berharap, para pengungsi yang mayoritas pendatang dari luar Papua itu tak perlu kembali ke daerah asal. Lebih baik lagi jika mereka kembali ke Wamena dan menjalani hidup rukun seperti sebelumnya.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments