youtube channel

Channels

Waralaba Warteg Kharisma Bahari, Tak Usah Repot Untung Lumayan

Waralaba Warteg Kharisma Bahari, Tak Usah Repot Untung Lumayan

Sayudi, pemilik dan penggagas franchise alias waralaba Warteg Kharisma Bahari

Usaha yang tidak lekang dimakan zaman usaha makanan. Salah satunya adalah dengan mendirikan Warteg, alias Warung Tegal. Tak perlu bisa masak untuk punya usaha ini.

antvklik.com - - Sayudi merupakan pemilik dan penggagas franchise alias waralaba Warteg Kharisma Bahari. Semula ia hanya memiliki satu warung makan Tegal, usaha itu dirintis sejak 25 tahun lalu.

Dengan keuletannya secara perlahan usahanya maju. Dari semula satu Warteg Kharisma Bahari menjadi dua dan terus bertambah. Tak berhenti memiliki sendiri, Sayudi pun membuka usaha waralaba Warteg Kharisma Bahari miliknya.

Warteg Kharisma Bahari merupakan salah satu franchise yang ditekuni Sayudi. Untuk bisa bergabung dan memiliki satu Warteg, seorang investor perlu uang Rp 110 juta. Dengan uang tersebut investor memperoleh semua perabot warteg dari kompor, wajan, etalase, renovasi lokasi, dan pernak-pernik warteg lainnya,” Selanjutnya masih ada tambahan Rp 5 juta untuk modal awal dan ongkos orang dari desa ke lokasi usaha Warteg,”katanya.

"Sekarang banyak orang yang pengen gabung dengan sistem investor. Mereka beli waralaba Warteg Kharisma Bahari sama kita, saya yang nyari tenaganya dari Tegal dan sekitarnya, tapi dengan sistem bagi hasil. Misalnya dapat untung Rp 10 juta ya kita bagi 50:50. Yang mengelola memperoleh Rp 5 juta, investornya dapat Rp 5 juta,”katanya.

Menurut Sayudi, kini pemilik outlet Wartegnya ternyata tak terbatas orang Tegal saja. “Tidak hanya orang asli Tegal yang berminat dan memiliki outlet ini tapi juga dari warga daerah lainnya,”katanya.

Ternyata usaha Warteg Kharisma Bahari ini kian berkembang. Saat ini sudah ada 200 Warteg Kharisma Bahari, kebanyakan berada di Jabotabek.

Saat ini Sayudi juga sedang mengembangkan merek usaha makanan lainnya bernama Mamoka. Merek dagang itu dengan konsep baru. “Bagi para pengemudi ojeg atau mobil online mereka bisa makan sekenyangnya dengan membayar Rp 10 ribu saja,”katanya.

Demikian Laporan Cendono Mulian dan Ervin Yunzar dari Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments