youtube channel

Channels

Tersangka Penganiayaan Anak Tiri Mengaku Dapat Bisikan Gaib

Tersangka Penganiayaan Anak Tiri Mengaku Dapat Bisikan Gaib

HK (25), tersangka penganiayaan anak tiri (Foto Melly Kusna)

HK (25), tersangka penganiayaan anak tiri hingga tewas mengaku mendapat bisikan gaib sebelum membanting FNJ, anak tirinya yang baru berumur 2 tahun.

- HK (25), tersangka penganiayaan hingga tewas kepada FNJ (2 tahun), menjalani pemeriksaan psikologis dari Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pemkot Depok, Mapolresta Depok, Selasa (12/2/2019).

Pemeriksaan psikologis tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan HK pada saat melakukan penganiayaan.

"Jadi tadi saya tanyakan kronologis kejadian dan keseharian tersangka ini apakah sudah biasa melakukan kekerasan atau tidak. Ini untuk mengetahui gambaran umum kepribadian tersangka. Minimal kita tahu dulu motif pastinya itu apa," kata Vivi, psikolog dari P2TP2A.

Ditambahkan Vivi, gambaran kepribadian tersangka baru dapat diketahui setelah 4 kali diperiksa secara psikologis. "Nanti panemeriksaan kita lakukan secara berkala. Kalau di pemeriksaan pertama ini kita belum dapat banyak informasi. Tersangka cuma bilang karena ada masalah sama istrinya ( ibu korban)," jelasnya.

Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus LDP menuturkan, pemeriksaan dilakukan untuk mencocokan pernyataan tersangka dengan hasil penyelidikan.

"Kami lakukan supaya menguatkan hasil penyelidikan dan menangkal asumsi atau alibi dari tersangka. Kemarin dia (tersangka) sempat bilang karena alkohol lah, bisikan gaib lah, makanya ini kami lakukan supaya tahu kondisi psikologisnya," ungkap Firdaus.

Pendampingan psikologis juga akan dilakukan terhadap istri dan anak kandung tersangka yang usianya baru 3 tahun. "Istrinya sudah di bawah penanganan P2TP2A agar psikologisnya terjamin. Kalau anak tersangka sudah dalam pengasuhan keluarga tersangka," tandas Firdaus.

I Mely Kasna I Depok I


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments