youtube channel

Channels

Tas Plastik Manfaatkan Limbah Plastik Kresek

Tas Plastik Manfaatkan Limbah Plastik Kresek

Tas memanfaatkan limbah plastik. (Foto: Aditya Bayu/ANTV)

Memanfaatkan limbah plastik melimpah, Deasy Esterina berhasil mengembangkan bisnis tas rajut berbahan plastik kresek.

- Sampah plastik saat ini menjadi permasalahan serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Indonesia saat ini dikenal sebagai salah satu negara dengan sampah plastik terbanyak.

antvklik.com - Memanfaatkan ketersediaan plastik yang melimpah, seorang wanita muda di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah berhasil mengembangkan bisnis tas rajut berbahan plastik kresek.

Perempuan kreatif ini bernama Deasy Esterina. Limbah atau sampah plastik diolahnya menjadi barang yang memiliki nilai jual. Ide awalya muncul ketika Deasy tamat kuliah tahun 2014. Susahnya mencari kerja membuat Deasy terjun ke dunia wirausaha.

Wanita berusia 28 tahun ini, awalnya mencoba membuat berbagai macam aksesoris fashion dari rajutan benang. Rajutan benang Deasy laku dijual. Tak puas dengan rajutan dari benang, Deasy melirik bahan baku yang lebih ekonomis, limbah plastik.

Berlimpahnya limbah sampah plastik di tanah air sangat menguntungkan Deasy. Selain bahan baku plastik bekas mudah didapat, harganya juga saat ini tidak terlalu tinggi. Sehingga beban produksi bisa diminimalkan dengan hasil yang maksimal.

Untuk membuat aneka tas dan aksesoris dari bahan plastik ini membutuhkan berbagai langkah. Pertama, plastik wajib untuk dipisahkan sesuai dengan jenisnya. Lalu dicuci dan dikeringkan. Setelahnya, plastik akan dipotong memanjang dan diuntai menjadi tali plastik.

Tali tali plastik inilah yang kemudian dirajut menjadi lembaran. Rajutan plastik ini kemudian digabungkan dengan bahan lain seperti kanvas dan kulit yang kemudian dijahit menjadi aneka rupa tas berbagai model nan menarik.

Tas rajutan plastik Deasy dipasarkan melalui media online. Selain dari dalam negeri, pembeli tas Deasy juga berasal dari luar negeri, terutama Singapura dan Australia.

Setiap bulannya Deasy bisa menghabiskan setidaknya 150 kilogram plastik. Deasy menjual tas plastik limbah antara Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.

Aditya Bayu | Ambarawa, Jawa Tengah


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments