youtube channel

Channels

Tak Ada Ampun Untuk Penyebar Hoax, Polisi Punya Patroli Siber

Tak Ada Ampun Untuk Penyebar Hoax, Polisi Punya Patroli Siber

Tak Ada Ampun Untuk Penyebar Hoax, Polisi Punya Patroli Siber (Foto: Berhnat-bambang-Gofur)

Saat kondisi tertentu, hoax atau berita bohong dengan leluasa beredar, dan sangat sedikit yang bisa ditangani secara hukum oleh pihak kepolisian.

antvklik.com - - Untuk meningkatkan kinerja penegakan hukum terhadap penyebar hoax, Bareskrim Polri meluncurkan situs patrolisiber.id untuk menampung laporan kejahatan siber dari masyarakat.

Kabareskrim Komjen Idham Aziz menyebut peluncuran situs tersebut merupakan bentuk pencegahan kejahatan siber, termasuk penyebaran hoax.

"Sudah, kita tidak usah melihat kejadian sejak pemilu kemarin. Betapa banyak yang sudah kita lakukan, yang nyata saja tujuh kontainer surat suara, yang nyata saja bahwa KPU diretas. Tapi setelah anak-anak siber turun, semua adalah hoax," kata Idham dalam sambutannya di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

"Kebijakan saya waktu itu cuma satu, tindak tegas, tidak ada kompromi kepada orang-orang yang melakukan hoax," imbuhnya.

Ditambahkan Idham, soal kejahatan penghinaan terhadap presiden, maka pihaknya akan menindak tegas pelakunya.

"Tidak bisa membayangkan presiden yang punya penduduk 276 juta jiwa, kalau di-bully atau dihina-hina, dalam hal itu banyak orang yang tidak mengerti. Jadi satu-satunya cara, tindak tegas, seperti itu," ucapnya.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Rachmat Wibowo menjelaskan situs patrolisiber.id akan memadukan laporan polisi dengan laporan masyarakat. Laporan dari kedua belah pihak juga ditampilkan dalam situs tersebut.

Tampilan patrolisiber.id Tampilan patrolisiber.id (Foto: Istimewa)

"Website ini akan memadukan antara laporan polisi yang dilaporkan oleh masyarakat secara manual akan kita upload dan menerima laporan dari masyarakat," ujarnya.

Rachmat menuturkan setiap warga yang mengadu lewat situs tersebut harus mengisi kolom identitas lebih dulu. Setelah itu, mereka bisa menceritakan kronologi kejadian yang akan mereka laporkan.

Pengunjung situs juga bisa melampirkan bukti suara dan gambar dalam aduannya. Setiap aduan itu nantinya akan dianalisis polisi.

"Situs ini hanya sebagai analisis. Laporan yang akan ditindaklanjuti adalah laporan yang disampaikan masyarakat melalui kantor polisi terdekat. Namun apabila masyarakat mencantumkan identitas lengkapnya, nomor kependudukan, nomor telepon, alamat e-mail yang bisa dihubungi, ketika kami bisa menemukan pelaku yang merugikan masyarakat tersebut, kami bisa dengan mudah menghubungi masyarakat," pungkasnya.

Berhnat-Bambang-Gofur | Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments