youtube channel

Channels

Seorang Korban Sesak Napas dan Meninggal Akibat Kabut Asap di Palangkaraya

Seorang Korban Sesak Napas dan Meninggal Akibat Kabut Asap di Palangkaraya

Kabut asap selimuti Kota Palangkaraya, Kalteng (Foto: ANTV/ Agung Supriyanto)

Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya, membuat warga sekitar banyak yang terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ispa). Salah satu warga Malang, yang bekerja di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Pugu Putu Sutejo (30 th) meninggal dunia akibat serangan ispa.

antvklik.com - Pugu Putu Sutejo, warga Malang yang sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya, akhirnya meninggal dunia pada Selasa malam (16/09/2019) akibat mengalami sesak napas. Korban sebenarnya memang memiliki riwayat penyakit asma dan tercetus oleh adanya kabut asap ini.

korban kabut asap palangkaraya 2 Korban kabut asap dibawa ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya (Foto:ANTV/ Agung Supriyanto)

Dari keterangan kerabat korban, Aan mengatakan, sebelum dibawa ke rumah sakit, korban sempat meminta tolong karena mengalami sesak napas di dalam kamar kosnya. Diduga karena pekatnya kabut asap di sekitar tempat tinggal korban, sehingga korban terkena infeksi saluran pernafasan akut (ispa).

Sedangkan dari pihak rumah sakit yang merawat pasien yang sudah tidak sadarkan diri, juga membenarkan bahwa selain terpapar kabut asap, yang membuat keadaan korban semakin parah juga sebelumnya korban memiliki riwayat sakit asma.

“Korban memang memiliki riwayat penyakit asma. Dalam kondisi banyaknya kabut asap ini menjadi pencetus penyakit asma tersebut dan semakin parah. Seharusnya dalam kondisi asap ini ada pelindungnya, agar tidak terjadi serangan yang parah bagi penderita asma,“ ujar Humas RS Doris Sylnanus, Theodorus Sapta Admadja.

Sedangkan dari data Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, warga yang terpapar ispa dari bulan Juni hingga mencapai hingga awal September mencapai hingga 6000 jiwa.

Korban Pugu Putu Sutejo akan dimakamkan di kota kelahirannya di Malang, Jawa Timur dengan menggunakan biaya dari persatuan warga Malang yang tinggal di Palangkaraya.

Agung Supriyanto| Palangkaraya, Kalimantan Tengah


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments