youtube channel

Channels

Sebanyak 14 Taruna Akpol Diperiksa di Mapolda, Mereka Terancam Dipecat

Sebanyak 14 Taruna Akpol Diperiksa di Mapolda, Mereka Terancam Dipecat

Sebanyak 14 Taruna Akpol Diperiksa di Mapolda, Mereka Terancam Dipecat

antvklik.com - www.antvklik.com-- Hingga kini tim penyidik dari Polda Jawa Tengah masih melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang taruna, tersangka kasus penganiayaan taruna Akpol tingkat 2 Muhammad Adam. Dalam pemeriksaan tersebut tersangka kasus penganiayaan taruna Akpol tersebut didampingi 16 orang pengacara yang disediakan oleh kepolisian.

Pemeriksaan terhadap 14 anggota taruna Akademi Kepolisian, yang merupakan tersangka kasus penganiayaan taruna Akpol hingga tewas, Muhammad Adam, taruna tingkat 2 Akademi Kepolisian masih terus dilakukan, di unit Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng.

Dalam pemeriksaan itu, 14 orang taruna yang semuanya merupakan anggota taruna tingkat tiga atau brigadir tiga taruna, didampingi 16 orang pengacara yang ditunjuk oleh pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan, sejauh ini para tersangka kasus penganiayaan taruna Akpol mengakui tindakan kekerasan yang dilakukan kepada korban, termasuk menceritakan perannya masing-masing. “Diantaranya ada yang berperan sebagai pemukul, pemberi arahan, dan mengawasi keadaan sekitar agar tidak diketahui oleh pengawas,”kata Kombes Pol Djarot Padakova.

Persiapan Belajar Taruna Akpol (Antv-Didiet)

Sebelumnya, Brigadir Dua Taruna Muhammad Adam tewas usai dianiaya 14 orang seniornya di sebuah gudang Flat A Taruna 3 ukuran 4 kali 8 meter, karena korban melakukan pelanggaran hingga membuat seniornya kesal.

Sebanyak 14 anggota taruna tingkat 3 yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan taruna Akpol itu, akan dikenai pasal 170 subsider 351 ayat 3 junto pasal 55 dan 56. Mereka juga terancam dikeluarkan secara tidak hormat dari Akademi Kepolisian.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono menyatakan, dari hasil gelar perkara tersebut diketahui korban tewas karena adanya penganiayaan atau pemukulan di bagian dada," Penganiayaan Sehingga ini menyebabkan luka di bagian paru parunya dan korban mengalami gagal napas dari hasil gelar akan diketahui siapa saja pelaku penganiayaan dan kemungkinan tersangka lebih dari seorang,"kata Irjen Pol Condro Kirono.

Sebelumnya Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan kasus kematian Mohammad Adam bagai teori gunung es bahwa kekerasan masih cukup kental bercokol di sistem pendidikan kepolisian. “Selama ini IPW kerap mendapat laporan tentang adanya taruna yang melarikan diri atau kasus dugaan pelecehan seks. Namun setiap kali dipersoalkan IPW pejabat berwenang selalu membantahnya,”katanya.

Demikian Laporan Didiet Cordiaz dari Semarang


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments