youtube channel

Channels

Review "Si Doel The Movie 2", Duri Si Peragu Untuk Tiga Wanita

Review "Si Doel The Movie 2", Duri Si Peragu Untuk Tiga Wanita

Si Doel The Movie 2.

antvklik.com - Review "Si Doel The Movie 2, Duri Si Peragu Untuk Tiga Wanita"

Oleh: Yossi Mahalawan

Ketika Sarah datang bersama anaknya, bernama Dul ke rumah Doel yang bercorak kampung Betawi, Zaenab sedang memarut kelapa di belakang rumah.

Sementara, Atun yang semula duduk di samping Zaenab sambil membungkus bahan kue, bergegas ke teras menyambut Sarah.

Inilah, scene klimaks dari film Si Doel The Movie 2 yang telah majang di layar lebar sejak hari pertama lebaran lalu, 5 Juni 2019.

Scene ini yang menguak makna dasar konflik asmara segitiga antara Doel, Sarah dan Zaenab sebagai kelanjutan dari Si Doel The Movie 1, sekuel sebelumnya.

Kita bisa menelanjangi bagaimana uraian tali temali dari muara scene ini satu persatu.

Pertama. Mak Nyak, alias Mpok Lela, ibunda Doel beri pengakuan juga pernyataan tegas soal perpisahan Doel dengan Sarah, yang mengakibatkan perkawinan mereka berantakan, memang terkait dengan karakter Doel yang peragu. Mak Nyak pun merasa kecewa. Ia terluka karena sikap Doel.

Ya, Doel memang lahir sebagai “ Si Peragu “ .

Kedua. Zaenab, yang jadi istri Doel kedua di atas pernikahan sirih, sejak ditinggalkan Sarah, lagi - lagi dirundung cemas oleh kehadiran Sarah setelah lama menghilang. Ketika adegan Sarah masih berbincang dengan Mak Nyak di kamar tidur, tangan Zaenab terus memarut kelapa tapi hati dan pikirannya tak tentu.

Zaenab, terguncang. Akibatnya, beberapa jari Zaenab terserut hingga berdarah. Ini efek dramatis yang berbicara.

Ketiga. Sarah. Ia terbang ke Jakarta dari Belanda, hendak meminta maaf pada Mak Nyak sekaligus menuruti permintaan anaknya, Dul untuk liburan ke Jakarta. Ini bukan beban utama Sarah tapi ada beban yang terberat yakni bertemu dengan Doel , seraya dihantui pertanyaan, “ Apakah dirinya masih mencintai Doel ? “ . Untuk pertanyaan ini, Sarah bisa menjawab, tapi bisa juga tidak.

Mak Nyak, Sarah dan Zaenab, adalah tiga wanita yang terluka akibat duri keraguan dari Si Doel.

Apa boleh buat, resep jitu plot ini memang bermula dari keraguan Doel. Dengan resep ini, sepertinya pembangunan plot jadi lebih leluasa. Duri - duri dari sosok peragu Doel leluasa bermain di tiga tokoh wanita itu.

Bahkan makin telak terasa ketika Doel hanyalah penonton dari konflik yang sebenarnya berpusat juga bermula dari dirnya.

Contoh, ketika Sarah mengajak Zaenab berbicara empat mata di teras. Dalam percakapan itu, suasana tegang tak bisa dibohongi muncul, meski Sarah, wanita yang berpikiran lebih maju mengajak Zaenab untuk lebih dewasa.

“ Saya sudah ikhlas kalau Bang Doel akan kembali dengan mu “ kata Zaenab, dengan ekspresi wanita kampung yang apa adanya meski rasa cemburu itu nampak.

Apa balasan Sarah ?

“ Tidak. Saya dan Doel hanya tinggal kenangan manis. Saya hanya ingin dianggap sebagai saudara “ ujar Sarah yang memang sejak pertemuannya dengan Doel di Belanda sudah mengajukan permohonan cerai.

Dua wanita terlibat konflik, sementara Doel menyaksikan dari jarak beberapa meter bersama Atun dan Mandra.

Sampai menit - menit terakhir film ini akan usai, tak ada tanda-tanda Doel akan menentukan pilihan. Doel masih menjaga jarak untuk bersikap memilih.

Film ini diakhiri dengan tanda - tanda kehamilan Zaenab. Lalu Doel hendak mengantarnya ke dokter. Sementara di tempat terpisah , Dul kecil yang baru saja ketemu bapaknya di Jakarta, berharap besar kalau Sarah tetap menjadi Istri Doel dan mereka hidup bersama sebagai keluarga utuh.

Mungkinkah terjadi harapan Dul kecil itu, sementara Mak Nyak melarang Doel untuk poligami ?

Jawabannya ada pada sekuel berikut, Si Doel The Movie 3. Untuk sementara, penonton harus puas dengan sebuah tulisan singkat di bagian akhir, “ Cinta harus diperjuangkan “ . Sebuah ungkapan klise untuk menyimpulkan plot cerita dimana duri - duri dihamburkan oleh “ Si Peragu “ pada wanita - wanita terdekatnya.

Meskipun begitu, garapan konflik cinta dari “ Si Peragu “ ini punya citra kelasnya tersendiri. Mengapa ? jawabannya, lagi - lagi keunggulan akting masing - masing pemain yang punya kekuatan merata.

Cornelia Agatha ( Sarah ), Maudy Kusnaedi ( Zaenab ), Mandra ( Mandra ), Suti Karno ( Atun ) , Aminah Cendrakasih ( Mak Nyak atau Mpok Lela ) dan Rano Karno ( Doel ) sendiri, pasti sudah hafal dan tahu harus berbuat apa.

Perjalanan panjang pergulatan mereka sejak era sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang mulai tayang di layar kaca tahun 1994, adalah hulu nya.

Sebab itu penoton yang tahu proses panjang itu rasanya tak kan pernah bosan menyaksikan mereka berlakon. Pun generasi milenial, boleh jadi bisa merasa nyaman lantaran para tokoh diperankan oleh para pemain yang bukan baru hadir kemarin sore. Mereka pemain kawakan.

Maka, kita tunggu saja, kelanjutan cerita Si Doel The Movie pada sekuel berikut.

Bagaimanakah penyelesaian duri - duri yang sudah melukai tiga wanita Doel ?

Siapakah yang akan terluka lebih dalam karena duri - duri itu ?

Dan Siapa juga yang lolos dari muntahan duri - duri itu ?

Barangkali, pada sekuel berikut kita bisa tahu arti dari ungkapan, ” Cinta harus diperjuangkan“ ala Si Doel The Movie.

Maka, boleh jadi, Mak Nyak jadi wanita ketiga yang jadi korban keraguan sikap Doel selama ini. Bahkan, Mak Nyak tak merestui jika Doel melakukan poligami.

Sementara dua wanita lainnya, Sarah dan Zaenab pasti jadi korban

Doel “ Si Peragu “ inilah yang jadi pusat untuk pengembangan plot urat konflik asmara segitiga. Sebabnya, boleh jadi


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments