youtube channel

Channels

Gegara Cemburu Mantan Suami Bunuh Pacar Istri

Gegara Cemburu Mantan Suami Bunuh Pacar Istri

Ilustrasi Pembunuhan (ource : freepik.com)

Rekontruksi pembunuhan dilakukan aparat Kepolisian Polsek Tanjung Karang Barat atas pembunuhan Nasarudin. Pembunuhan ini dilakukan oleh mantan suami terhadap pacar istrinya di depan rumah kekasihnya akibat cemburu hingga merenggut nyawa.

antvklik.com - - Kepolisian Polsek Tanjung Karang Barat melakukan rekonstruksi atau reka adegan atas kasus pembunuhan mantan suami terhadap pacar istrinya. Kasus pembunuhan tersebut berlangsung di rumah kekasih korban, Jalan Pagar Alam, Gang Cempakan Raya Gunung Agung, Langka Pura, Lampung.

Korban (Nasarudin) ditemukan tewas berlumuran darah karena mantan suami pacarnya saat ia hendak mendatangi rumah kekasihnya. Pembunuhan terjadi karena rasa cemburu pelaku yang merupakan mantan suami dari Masayu, yang mengetahui korban sedang berada di rumah mantan istrinya.

Rekontruksi ini dihadiri keluarga, Kejaksaan, penasehat hukum dan warga setempat dengan pengawalan oleh anggota Polsek Tanjung Karang Barat.

Dalam rekonstruksi, pelaku memeragakan sepuluh kali adegan. Mulai dari awal pelaku Tarmayadi datang, hingga berakhir penikaman terhadap korban hingga merenggut nyawa.

Awalnya pelaku menghampiri korban untuk berbicara di luar rumah. Setelah itu korban ditusuk di bagian dada kiri. Korban meninggal dunia saat berada di Rumah Sakit Abdoel Moeleok, Bandar Lampung karena kehabisan darah.

Rekonstruksi berlangsung sangat histeris lantaran anak pelaku Evita Lianti sempat menangis karena tak kuasa melihat sang ayah digiring petugas dengan tangan diborgol . Ia berharap agar orang tuanya dihukum ringan.

Sementara orang tua korban pun menjerit karena melihat adegan pelaku yang sangat tega menikam anaknya. Orang tua korban meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman mati terhadap pelaku.

Kapolsek Tanjung Karang Barat, Kompol Afran mengatakan dilakukannya rekonstruksi pembunuhan ini untuk melengkapi berkas untuk kejaksaan penuntut umum. Dalam rekonstruksi pembunuhan ini pelaku memperagakan 10 kali adegan dan pelaku dijerat Pasal338 KUHP dengan pembunuhan berencana .

Sementara itu Nurul Hidayah, Penasehat Hukum pelaku mengaku keberatan dengan pasal yang disangkakan polisi . Karena menurutnya pasal yang harus dikenakan yakni pasal 351 KUHP, mengingat pembunuhan tidak direncanakan."Tak ada unsur perencanaan dalam kasus ini."katanya.

| Pujiansyah | Lampung |


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments