youtube channel

Channels

Presiden Jokowi Bersama Sejumlah Menteri Mencoba Kereta MRT

Presiden Jokowi Bersama Sejumlah Menteri Mencoba Kereta MRT

Presiden Republik Indonesia Jokowi di atas kereta MRT.

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mencoba Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (19/3/2019).

antvklik.com - - Penuhnya gerbong yang dinaiki rombongannya dan warga yang ikut uji coba kereta MRT, membuat Presiden Jokowi harus berdiri di sepanjang perjalanan, mulai dari Stasiun Hotel Indonesia hingga berakhir di Stasiun Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi mengatakan uji coba MRT untuk mengetahui apakah nantinya ada hal-hal yang perlu dikoreksi, dievaluasi dan diperbaiki. Selain itu, untuk membangun peradaban baru mulai dari bagaimana mengantre, masuk ke atas MRT dan tidak terlambat, sehingga tidak kejepit di pintu kereta.

“Ini kan sudah mulai dikenalkan uji coba, uji coba, uji coba, saya kira memang seperti itu. Mulai komersilnya kapan, nanti hari Minggu, sekaligus ground-breaking. Fase berikutnya untuk selatan utara nanti ground-breaking, sekaligus kita ingin cepat, yang timur ke barat juga dipercepat,” katanya.

Presiden Jokowi Bersama Sejumlah Menteri Mencoba Kereta MRT Presiden Republik Indonesia Jokowi.

Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk mulai beralih menggunakan transportasi MRT dalam melakukan berbagai aktivitas rutin. Untuk besaran tarifnya, akan ditentukan dan diputuskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama DPRD. Harapannya, dapat diputuskan sebelum peresmian MRT pada Minggu (24/3/2019).

"Terutama untuk penggunaan mobil-mobil pribadi atau sepeda motor, dalam jalur ini kita mengajak agar mulai beralih ke MRT yang sangat nyaman ini. Nantinya kalau sudah semuanya kurang lebih 230 KM seluruh DKI dan Jabodetabek, nanti Pak Gubernur DKI Jakarta akan menerapkan sistem Elektronic Road Pricing (ERT), sehingga mau tidak mau, kita paksa pemilik mobil beralih ke moda raya transportasi ini," ujarnya.

Jokowi juga ingin mempercepat pembangunan transportasi massal di Jabodetabek plus juga penataan tata ruang pemukiman sanitasi air bersih.

“Ini tadi sudah kita putuskan dalam jangka 10 tahun harus bisa kita selesaikan dengan investasi kurang lebih Rp571 triliun. Nantinya Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat, juga akan menyiapkan diri, swasta juga bisa ikut masuk ke bagian-bagian yang bisa dimasuki swasta," tandasnya.

| Mahendra Dewanata | Agam Wiftarenal | Jakarta |


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments