youtube channel

Channels

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Jaringan Malaysia Sebanyak 9,5 Kg

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Jaringan Malaysia Sebanyak 9,5 Kg

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Jaringan Malaysia Sebanyak 9,5 Kg (Foto ANTV/Dewa)

antvklik.com - Subdit Satu Psikotropika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus kejahatan narkotika jenis sabu dari sindikat jaringan Malaysia-Batam-Jakarta sebanyak 9,5 Kilogram, dan menangkap delapan orang tersangka.

Pengungkapan kasus kejahatan narkotika jenis sabu berawal dari adanya informasi warga masyarakat yang menginformasikan bahwa sering terjadi transaksi narkoba, di Hotel Ayuda, Jalan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Berdasarkan informasi warga tersebut, Polisi kemudian menuju hotel dan menangkap tersangka berinisial Rud dan Zul di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari lokasi penangkapan, Polisi juga mengamankan dua paket besar berisi sabu seberat 350 gram dan 92 gram, 2 buah telepon genggam berikut Sim Card, sepasang sepatu putih dan sepasang sepatu coklat.

Dari interogasi Polisi, terungkap barang bukti sabu yang disimpan di dalam sepatu dibawa dari Pelabuhan Batu Ampar Batam, ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta via kapal atas perintah tersangka Wan.

Selain itu, tersangka Wan menjelaskan bahwa Rabu (21/8/2019) berlokasi di sebuah rumah kosong yang berlokasi di komplek Dreamland Park Blok G No. 5, Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, tersangka Joel menyerahkan sabu seberat 1 Kg kepada tersangka Rud atas perintah S alias Urik pengedar sabu asal Malaysia.

Selain itu sabu juga diperoleh dari salah seorang DPO Polisi berinisial IB, yang diamankan dari pinggir jalan dekat POM bensin Tembesi Batu Aji. Berdasarkan keterangan tersangka, Rud telah lima kali menerima kiriman sabu dengan total keseluruhan sebanyak 56 Kg Sabu, dengan upah Rp 10 juta per Kg dari DPO S, alias Urik.

Akibat perbuatan kedelapan tersangka, mereka dikenakan pasal 114 ayat (2), subsider pasal 112 ayat (2), junto pasal 132 ayat (1), Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar rupiah.

Mahendra Dewanata-Agam Wifta Reynal | Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments