youtube channel

Channels

Pasca 41 Anggota Dewan Jadi Tersangka, DPRD Malang Butuh Ini Agar Tak Lumpuh

Pasca 41 Anggota Dewan Jadi Tersangka, DPRD Malang Butuh Ini Agar Tak Lumpuh

PLT Ketua DPRD Malang Butuh Diskresi dan PAW Secepatnya

- Suasana gedung DPRD Kota Malang langsung sepi usai penetapan tersangka baru oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat sudah 41 dari 45 anggota dewan yang jadi tersangka kasus suap dan gratifikasi pembahasan APBD 2015.

antvklik.com - Dari empat anggota dewan yang tersisa, hanya ada dua orang yang masuk, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Malang, Abdurahman dari PKB dan Nirma Crisnindia dari Hanura.

Guna mencegah DPRD Kota Malang lumpuh, Abdurahman mengatakan, mereka membutuhkan diskresi atau kebijakan terobosan segera dari pemerintah pusat. Pihaknya juga butuh penggantian antar waktu (PAW) massal secepatnya dari sejumlah partai politik.

Diskresi dan PAW sangat dibutuhkan agar sejumlah agenda yang saat ini tertunda bisa segera dilaksanakan. Agenda tersebut seperti pembahasan APBD induk tahun anggaran 2019, sidang paripurna pengesahan APBD 2018.

"Saya mau dua-duanya, ada diskresi dan PAW, karena diskresi memepercepat yang sudah diagendakan untuk fungsi dewan segera berfungsi. Kemudian PAW tuh untuk forum. Saya rasa keduanya saling saya butuhkan," kata Abdurahman.

Sejauh ini sudah tiga parpol yang mengajukan PAW, yaitu Partai Golkar, PKB dan PAN. Namun dari tiga parpol yang dianggap memenuhi syarat PAW, hanya dari PAN. Itu pun pengajuan PAW hanya untuk satu orang saja.

"Sebenarnya ada dari Golkar yang mengajukan tapi karena ada kesalahan teknis kemudian ditarik kembali. Sama seperti PKB juga mengajukan, tapi ada beberapa kekurangan yang belum saya tanda tangan," kata Abdurahman.

Laporan: Edy Cahyono dari Malang, Jawa Timur


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments