youtube channel

Channels

Perang Nasi: Lempar-Lempar Nasi dan Lauk-Pauk Tradisi Unik di Ngawi

Perang Nasi: Lempar-Lempar Nasi dan Lauk-Pauk Tradisi Unik di Ngawi

Persiapan Perang Nasi. (foto Miftahul Erfan)

Perang nasi: lempar-lempar nasi dan lauk-pauk tradisi unik di Ngawi, Jawa Timur. Tradisi ini sebagai wujud syukur atas panen kedua para petani padi.

antvklik.com - newsplus.antvkik.com - Ratusan petani di Ngawi, Jawa Timur menggelar tradisi unik. Apa itu? Tak lain adalah perang nasi.

Perang nasi: lempar-lempar nasi dan lauk-pauk tradisi unik di Ngawi ini selain ungkapan syukur atas panen kedua tanaman padi, juga dilakukan doa tolak bala agar terhindar dari bencana kekeringan dan segera turun hujan.

Tak hanya para pemuda dan anak-anak, para orang tua pun turut saling lempar hingga terlihat seperti perang menggunakan nasi.

Meski mereka terlempar nasi hingga di sekujur tubuh, para peserta upcara adat ini dilarang emosi atau marah. Jadi yang baperan jangan coba-coba ikut.

Dalam sekejap nasi bungkus serta lauk-pauknya berserakan dan terinjak injak di tanah.

Di tengah perang nasi ini, sejumlah ibu-ibu pun langsung turut mengais sisa nasi yang telah berserakan. Nasi serta lauk pauk ini sebagian dibersihkan dan dimakan, sementara yang kotor dimanfaatkan untuk dijadikan makanan ayam setelah dicuci dan dijemur.

Tradisi ini sudah turun temurun yang digelar setiap akhir Syawal memasuki bulan Haji (Zulhijjah).

Sebelum perang nasi, nasi-nasi tersebut dimakan bersama-sama dan sisanya dibawa pulang. Nasi-nasi ini ada yang dibungkus, ada pula yang disajikan seperti sajian di meja makan. Biasanya sajian ini diperuntukkan bagi pemuka adat, tokoh-tokoh, dan kepala desa.

Perang nasi: lempar-lempar nasi dan lauk-pauk tradisi unik di Ngawi Ada keributan saat Perang Nasi. (foto: Miftahul Erfan)

Ritual ini diyakini sebagai bentuk doa dan tolak bala serta wujud syukur atas hasil panen kedua tanaman padi warga Ngawi. Selain itu, tradisi ini juga sebagai bentuk doa agar terhindar dari bencana kekeringan dan segera turun hujan, sehingga petani segera kembali bisa menanam padi dan warganya damai sejahtera.

Sebelumnya perang nasi, ratusan warga membawa sesaji berupa nasi bungkus lengkap dengan lauk pauknya di Sendang Tambak Selo yang dikeramatkan.

Selain itu mereka menggelar doa di lokasi sendang sebelum akhirnya mereka menggelar perang nasi. Warga desa juga dihibur dengan tari reog Ponorogo yang membuat acara bersih desa ini semakin meriah.

| Miftakhul Erfan | Ngawi | Jawa Timur |


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments