youtube channel

Channels

Polisi Gagalkan Penyelundupan Jutaan Barang Ilegal dari China

Polisi Gagalkan Penyelundupan Jutaan Barang Ilegal dari China

Barang selundupan yang disita polisi (ANTV/Nugroho Dendy)

Subdit I Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya gagalkan penyelundupan jutaan barang ilegal dari China. Nilai barang yang disita polisi mencapai Rp67 miliar.

antvklik.com - - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya penyelundupan barang ilegal dari China di dua tempat berbeda.

Tempat pertama di Pelabuhan Tegar, Marunda Center Terminal Bekasi Jawa Barat pada akhir Juli lalu. Tempat kedua di Perumahan Dadap Residence, Kosambi, Tangerang Kota.

Dalam operasi ini, polisi meringkus empat tersangka berinisial PL (63), H (30), EK (44) dan AH (40). Menurut polisi, PL dan H merupakan bos dari aksi ilegal ini dan sudah beraksi selama 8 tahun. Sedangkan AH adalah warga China yang membantu tersangka mengirim barang dari negeri tirai bambu,

Argo mengatakan, barang ilegal dibawa dari China melalui Malaysia. Di Pelabuhan Kuching Serawak, barang diangkut dengan truk memasuki wilayah Indonesia. Perjalanan melewati jalan tikus di wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

Sesampainya di Pontianak, barang ilegal diangkut dengan menggunakan kapal Fajar Bahari, kemudian masuk ke Pelabuhan Tegar Marunda, Bekasi. Setibanya di Bekasi, barang dibawa lagi ke Perumahan Dadap Residence yang juga digunakan sebagai gudang penyimpanan.

Barang-barang ilegal yang disita meliputi kosmetik, obat-obatan, bungkus bahan pangan, suku cadang kendaraan dan produk elektronik. Polisi juga menyita 8 truk besar yang digunakan untuk mengangkut barang ilegal ini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurnawan mengatakan, barang ilegal in telah merugikan negara karena tidak membayar pajak.

Ditaksir total nilai barang ilegal yang disita mencapai Rp67 miliar dan kerugian negara mencapai Rp17 miliar. Para tersangka akan dijerat pasal 187 UU Nomor 36 tahun 2014 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

Nugroho Dendy & Diana Kharisma I Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments