youtube channel

Channels

Pelaku Mutilasi di Malang Diringkus, Hari ini Jalani Tes Kejiwaan

Pelaku Mutilasi di Malang Diringkus, Hari ini Jalani Tes Kejiwaan

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

Seorang pria diduga pelaku mutilasi terhadap seorang wanita di Pasar Besar, Kota Malang, Jawa Timur, diringkus jajaran Polres Malang Kota, dan hari ini rencananya polisi meminta bantuan Psikiater, untuk memeriksa kejiwaannya.

antvklik.com - - Sugeng (45), diringkus jajaran Kepolisian Resort Kota Malang karena diduga kuat sebagai pelaku mutilasi terhadap seorang wanita yang 6 potongan bagian tubuhnya ditemukan di dua lokasi di area parkir Pasar Besar, Kota Malang.

Kepala Kepolisian Resort Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, rencananya Kamis (16/5/2019) ini, Sugeng akan menjalani tes yang dilakukan oleh Psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

“Kita amankan seorang yang kita duga sebagai pelaku yang berawal dari petunjuk yang kami dapatkan di telapak kaki korban ada tulisan nama Sugeng. Kemudian anggota kami melakukan pendalaman ke tempat-tempat yang diduga pernah ada orang atas nama nama Sugeng berada di sana, termasuk di dekat Pasar besar,” katanya.

Asfuri menambahkan, pemeriksaan di lokasi kejadian Pasar Besar dengan mengerahkan anjing pelacak mengendus pakaian yang diduga digunakan tersangka. Kemudian anjing melakukan pelacakan sampai di tempat pembakaran jenazah Gotong Royong di Jalan R.E Martadinata, Malang.

“Anjing di sana sempat berhenti. Namun karena tidak ada orang, anjing kami bawa pulang. Anggota (Polisi) melakukan penyelidikan di seputaran klenteng, kemudian kebetulan ada anggota yang lewat di Gotong Royong, ada seseorang yang sedang tidur. Oleh anggota dipanggil nama (Sugeng) tersebut ternyata menjawab dan posisinya sama pada saat anjing pelacak itu berada. Orang itu kami amankan,” ujarnya.

Asfuri melanjutkan, sementara pengakuan dari pelaku, perempuan (korban mutilasi) tersebut mengaku sebagai Maluku.

Pelaku tidak menyebutkan namanya, dan mengaku tempat bertemu mereka di Klenteng Jalan R.E, Martadinata, Malang.

"Antara pelaku dan korban tidak saling mengenal sebelumnya. Mereka mengenal saat bertemu sekitar sembilan hari yang lalu. Motifnya (mutilasi) masih kami dalami terus terkait dengan keterangan pelaku ini karena informasinya bahwa pelaku menyatakan si korban ini dalam kondisi sakit pada saat ketemu dengan pelaku,” tambahnya.

Pria pengangguran terduga pelaku mutilasi ini, sehari-hari dikenal warga kerap berbuat kekerasan.

Sejumlah peristiwa onar yang dilakukan Sugeng, melekat di ingatan warga mulai dari sering meludahi masyarakat, memukul kepala ayah kandungnya dengan martil, memotong lidah kekasihnya hingga membakar kasur sendiri dan membuang ke rumah tetangganya.

Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang, Muhammad Lutfi mengatakan seringnya Sugeng membikin ulah kekerasan, menjadi alasan orangtua pelaku menjual rumahnya di Gang 3 Kelurahan Jodipan dan pindah ke lokasi lainnya.

“Selepas rumahnya dijual, akhirnya Sugeng tinggal sebatang kara karena keluarganya tidak berkenan tinggal bersamanya. Sejak saat itu, Sugeng hidup berpindah-pindah namun lokasinya tak jauh dari rumahnya yang dulu,” ujar Muhammad Lutfi.

Lutfi menambahkan, rumah orangtua Sugeng yang dibeli oleh orangtuanya, di temboknya banyak coretan atau tulisan yang mirip ada di lokasi mutilasi area parkir lantai dua Pasar Besar.

Sebelumnya, pedagang dan pengunjung di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (14/5/2019) digegerkan dengan penemuan mayat wanita dengan kondisi dimutilasi menjadi enam bagian.

Potongan kedua kaki, tangan dan kepala korban dengan rambut sebahu, ditemukan di bawah tangga menuju lantai dua area parkir. Sedangkan tubuhnya ditemukan di dalam kamar mandi yang tak jauh dari lokasi penemuan pertama.

| Edy Cahyonon | Malang | Jawa Timur |


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments