youtube channel

Channels

Pedasnya Harga Cabai Menyengat Para Petani

Pedasnya Harga Cabai Menyengat Para Petani

Pedasnya Harga Cabai Menyengat Petani di Musim Kemarau

Seiring musik kamarau yang masih menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, maka harga sejumlah kebutuhan pokok terus beranjak menjadi mahal, seperti cabai, baik itu cabai merah atau cabai rawit, harganya masih cukup “pedas”, dimana cabai merah dijual di kisaran Rp65 ribu hingga Rp70 ribu perkilogram, sementara cabai rawit dijual seharga Rp50 ribu perkilogram.

antvklik.com - - Kenaikan cabai serentak seperti yang terjadi sekarang ini, justru hanya akan mempersulit harganya untuk kembali turun, sehingga masyarakat harus lebih bijak dalam berkonsumsi di tengah kenaikan harga cabai seperti saat ini.

Akibat kenaikan harga cabai yang terjadi sepekan terakhir, suasana dagangan cabai di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Gambir, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara, terlihat sepi pembeli.

Menurut salah satu pedagang bernama Lindo, banyak warga yang mengurangi jumlah belanjaan dikarenakan kenaikan harga tersebut.

Belum diketahui secara pasti kapan penurunan harga ini akan terjadi, namun dengan kenaikan harga tersebut mengakibatkan suasana transaksi jual beli di sejumlah pasar tradisional terlihat sepi

Meski harga komoditas kebutuhan pokok lain terpantau stabil tanpa mengalami perubahan harga yang signifikan, akan tetapi terjadi varian harga yang sangat fluktuatif pada komoditas sayur-sayuran.

Sementara harga telur ayam juga masih bertahan mahal, yakni dikisaran harga Rp1.200 hingga Rp2.000 perbutir, tergantung besar kecilnya telur.

Mahalnya harga cabai juga terjadi di pasar tradisional Tasikmalaya, Jawa Barat, yang mencapai Rp80 ribu perkilogramnya, padahal para petani di daerah itu menjual cabai dari kebunnya hanya Rp25 ribu perkilogramnnya.

Melambungnya harga cabai di pasar tradisional di Tasikmalaya, Jawa Barat, lantas menjadi tanda tanya, mengapa jika harga selangit di pasar, malah petani tidak bisa menikmatinya.

"Saya itu heran, harga cabai di wilayah Indihiang, Tasikmalaya, itu mahal sekali, padahal kita-kita ini para petani yang cape harus berjibaku mempertahankan tanamannya dari serangan hama dan dampak buruk musim kemarau, tapi malah tidak dapat untung sebanyak harga pasaran,” ujar Dadan, salah satu petani.

"kalau lagi musim hujan, tidak kering seperti ini, satu pohon bisa dipanen antara delapan hingga lima belas kali, namun kini hanya bisa panen empat sampai lima kali metik, karena pohon cabai tidak berbunga akibat dampak buruk musim kemarau, ya repot kita,” tambah Dadan.

Ditengarai, para pemetik keuntungan dari melambungnya harga cabai adalah para bandar (pemilik modal) dan pengepul, akibat pasokan cabai dari beberapa wilayah berkurang.

Saat ini, yang hanya bisa dilakukan para petani adalah dengan meningkatkan hasil panen cabai, yakni dengan memerahkan cabainya, agar harga jualnya lebih tinggi, meski ada biaya tambahan untuk langkah itu.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments